Jakarta, Jatimmandiri.id – Pelestarian batik, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas, hingga peningkatan kemandirian perajin lokal menjadi dampak sosial yang dihadirkan sejumlah UMKM binaan PT Pertamina (Persero). Melalui pendampingan usaha dan perluasan akses pasar, bisnis lokal tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh bersama.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pembinaan tidak sebatas meningkatkan kemampuan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan sosial.
“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujarnya di Jakarta, Minggu (25/10).
Tiga contoh usaha yang menunjukkan dampak tersebut adalah Adhimas Batik di Klaten, Joglo Ayu Tenan di Yogyakarta, dan Kraton Leather yang juga berbasis di Yogyakarta. Ketiganya berkembang melalui pelatihan, pendampingan, serta kesempatan mengikuti pameran dan kegiatan pemasaran.
Adhimas Batik milik Suyanto telah beroperasi lebih dari 30 tahun di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten. Selain memproduksi batik tulis, usaha ini berinovasi dengan mengaplikasikan motif batik pada beragam produk, mulai dari topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, hingga tumbler.
Produksi Adhimas Batik turut melibatkan warga sekitar, termasuk penyandang disabilitas wicara yang aktif bekerja sebagai pembatik. Mengikuti program pembinaan Pertamina sejak 2013, Suyanto memperoleh pelatihan, pendampingan, serta kesempatan mengikuti pameran Inacraft yang membantu memperluas akses pasar hingga mancanegara.
Di Yogyakarta, Joglo Ayu Tenan yang didirikan Yayuk pada 2015 mengusung konsep creative wellbeing, yakni ruang kreatif yang memadukan kegiatan berkarya dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional. Tempat ini menjadi wadah kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kraton Leather yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo atau Wawan melibatkan puluhan perajin lokal dalam produksi kerajinan kulit. Pola kemitraan yang diterapkan tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga transfer pengetahuan agar para perajin berpeluang membangun usaha mandiri.
Dukungan Pertamina sejak 2021 membantu Kraton Leather memperluas promosi melalui pameran dan berbagai kegiatan pemasaran sehingga semakin dikenal pembeli serta mitra bisnis.
“Para mitra binaan Pertamina ini menunjukkan bahwa UMKM dapat menjadi lebih dari sekadar penggerak ekonomi. Di tangan para pelaku usaha tersebut, UMKM juga menjadi sarana pelestarian budaya, pemberdayaan kelompok rentan, penciptaan lapangan kerja, hingga ruang tumbuh bagi masyarakat untuk berkembang bersama,” jelas Baron










