Bojonegoro, Jatimmandiri.id – Sekitar 8.000 peserta memeriahkan kegiatan Jalan Sehat Bersarung yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Ahad (26/10/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak para santri untuk meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.
Kegiatan yang berlangsung di pusat Kota Bojonegoro itu diikuti ribuan warga Nahdliyin, pelajar, santri, dan masyarakat umum. Para peserta mengenakan sarung dan peci sebagai identitas khas santri sekaligus simbol kecintaan terhadap tradisi dan budaya pesantren.
Bupati Setyo Wahono hadir sebagai pembina utama sekaligus memberikan sambutan sebelum melepas peserta jalan sehat. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa sarung tidak sekadar menjadi pakaian, tetapi juga mencerminkan nilai kesederhanaan, kesantunan, kedisiplinan, dan identitas budaya masyarakat.
Menurutnya, kebanggaan terhadap tradisi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Santri diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai luhur pesantren sekaligus menunjukkan kemampuan dan prestasi di berbagai bidang.
“Santri harus tampil sederhana, harus sehat, harus berprestasi dan berwawasan luas, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan selalu menjaga kedamaian dan persatuan,” tutur Setyo Wahono di hadapan ribuan peserta.
Bupati Bojonegoro itu juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, pembangunan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan semangat kebersamaan.
Nilai hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air, lanjutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Menjaga persatuan, merawat kerukunan dan membangun negeri merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Setyo Wahono secara resmi membuka kegiatan Jalan Sehat Bersarung dengan mengucapkan basmalah. Ribuan peserta kemudian mengikuti kegiatan olahraga tersebut dengan penuh antusias.
Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antarwarga Nahdliyin dan masyarakat Bojonegoro.
Panitia menyediakan ratusan hadiah melalui undian kupon gratis bagi peserta. Hadiah utama berupa paket umrah gratis yang disponsori Kanufaza, salah satu unit bisnis PCNU Bojonegoro.
Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memeriksa kadar gula darah serta menjalani pemeriksaan kesehatan umum lainnya.
Penyelenggaraan Jalan Sehat Bersarung menjadi salah satu upaya PCNU Bojonegoro untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Bojonegoro juga menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, melainkan bagian dari identitas bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan para santri dan menjunjung tinggi nilai-nilai cinta tanah air.












