Nganjuk, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian pondok pesantren melalui program unggulan Santri Tani.
Inisiatif strategis ini lahir dari kolaborasi erat antara Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nganjuk untuk membangun ekosistem pesantren yang produktif serta berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menjelaskan bahwa program Santri Tani dirancang lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam. Program ini juga menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus peningkatan keterampilan hidup (life skills) bagi para santri.
“Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu menekan angka stunting di wilayah Nganjuk sekaligus mengendalikan laju inflasi melalui ketersediaan pangan lokal yang cukup,” ujar Trihandy, Kamis (22/10/2026).
Sebagai wujud dukungan nyata, penyelenggara menyalurkan berbagai sarana pendukung kepada pondok pesantren yang terlibat, mulai dari perangkat hidroponik dan paket Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) hingga bantuan ternak.
Melalui fasilitas tersebut, para santri mendapatkan pelatihan intensif bercocok tanam dan beternak agar siap menjadi pilar utama ketahanan pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Ida Shobihatin, menambahkan bahwa program ini memiliki sasaran strategis jangka panjang.
”Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu menekan angka stunting di wilayah Nganjuk sekaligus mengendalikan laju inflasi melalui ketersediaan pangan lokal yang cukup,” ujarnya.
Respons positif turut datang dari para pengasuh dan santri pesantren. Mereka menyambut antusias program ini dan berharap pendampingan serta pelatihan yang diberikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Harapannya, para santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan bertani dan beternak yang bernilai guna tinggi di masa depan.












