Kudus, Jatim Mandiri – BPJS Kesehatan Cabang Semarang menyalurkan 150.000 liter air bersih kepada warga di beberapa desa di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Bantuan melalui program Organization Social Responsibility (OSR) ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang dan kekeringan.
Penyaluran dilakukan dengan menggandeng BPBD Kabupaten Demak. Salah satu wilayah sasaran ialah Desa Girikusumo, Kelurahan Banyumeneng, yang memperoleh jatah 50.000 liter air bersih. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Debbie Nianta Musigiasari menyampaikan keterangan tersebut di Demak, Senin.
“Penyaluran air bersih ini menggandeng BPBD Demak. Sedangkan salah satu lokasi sasaran, yakni Desa Girikusumo, Kelurahan Banyumeneng, Demak, sebanyak 50.000 liter,” kata Debbie.
BPBD Kabupaten Demak memberikan informasi mengenai desa-desa yang masih membutuhkan pasokan air. Kebutuhan itu tetap ada meskipun sejumlah desa telah menerima bantuan air bersih untuk menghadapi kekeringan. Data dari BPBD menjadi acuan dalam menentukan wilayah untuk penyaluran berikutnya.
Debbie mengatakan dana OSR digunakan untuk ikut membantu penanganan krisis kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau warga terdampak dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan air bersih.
“Oleh karena itu, kami memutuskan menyalurkan dana OSR untuk berpartisipasi dalam penanggulangan krisis kekeringan. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang terdampak dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memang sangat membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Hingga keterangan disampaikan, sebanyak 10 tangki air telah disalurkan kepada masyarakat. Sebanyak 20 tangki lainnya direncanakan menyusul ke berbagai wilayah di Kabupaten Demak yang masih membutuhkan pasokan. Penyaluran lanjutan akan mengikuti data kebutuhan yang dihimpun BPBD Kabupaten Demak.
Debbie juga mengaitkan bantuan air bersih dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, akses terhadap air bersih berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi, serta sejalan dengan hadirnya program jaminan kesehatan nasional (JKN).
“Tentunya penyaluran bantuan OSR air bersih ini sejalan dengan hadirnya program jaminan kesehatan nasional (JKN). Seperti yang diketahui akses air bersih ini berdampak dengan tingkat kesehatan masyarakat, baik dari kebersihan maupun sanitasi,” ujarnya.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak Suprapto menjelaskan, ketersediaan air di Desa Girikusumo semakin memprihatinkan. Sumur cadangan warga di wilayah tersebut belakangan tidak lagi memiliki pasokan. Kondisi itu membuat desa tersebut menjadi salah satu lokasi penyaluran air bersih melalui program tanggung jawab sosial BPJS Kesehatan Cabang Semarang.
Suprapto meminta pemerintah desa terus melaporkan keadaan di wilayah masing-masing agar BPBD dapat mengupayakan bantuan tambahan dari perusahaan maupun instansi. Ia juga berharap berbagai pihak berpartisipasi dalam penanganan bencana kekeringan.
“Kami juga berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah maupun perusahaan dapat terus berpartisipasi untuk mengulurkan bantuan dalam upaya menanggulangi bencana yang terjadi,” ujarnya. Penyaluran 150.000 liter air bersih tersebut dilakukan melalui kerja sama BPJS Kesehatan Cabang Semarang dan BPBD Demak, dengan sisa 20 tangki diarahkan ke wilayah yang kebutuhannya tercatat oleh BPBD.












