Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengembangkan potensi Hutan Kota Jeruk di Kecamatan Lakarsantri sebagai destinasi wisata edukasi pertanian atau edufarm. Melalui gelaran Garden Fest pada 17–18 Oktober 2026, kawasan ruang terbuka hijau tersebut diuji coba beroperasi hingga malam hari untuk menarik minat masyarakat.
Suasana matahari terbenam, hamparan sawah yang menghijau, serta alunan musik akustik menjadi daya tarik Garden Fest, Sabtu (17/10/2026). Pada malam hari, pengunjung juga dapat menikmati suasana persawahan yang dihiasi obor tradisional di sekeliling area.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Hutan Kota Jeruk sekaligus menguji minat masyarakat terhadap wisata pertanian yang dapat dinikmati hingga malam hari.
“Biasanya Hutan Kota Jeruk ini buka dari pagi sampai pukul 16.00. Hari ini kami uji coba memperpanjang waktu operasional hingga malam hari. Kami ingin melihat animo masyarakat sekaligus mengenalkan bahwa Surabaya punya hutan kota dengan pemandangan persawahan yang bagus untuk tempat melepas penat dan pembelajaran atau edufarm,” ujar Nanik di lokasi acara.
Menurutnya, Hutan Kota Jeruk memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang rekreasi sekaligus sarana pembelajaran pertanian bagi masyarakat perkotaan. Keberadaan hamparan sawah di tengah Kota Surabaya menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus bepergian ke luar daerah.
Garden Fest Libatkan UMKM dan Komunitas Lokal
Garden Fest tidak hanya menawarkan suasana persawahan, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif. DKPP Surabaya berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Kecamatan Lakarsantri, serta Kelurahan Jeruk untuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pengunjung.
Berbagai kegiatan turut digelar untuk menyemarakkan acara, mulai dari pelatihan bercocok tanam secara hidroponik hingga kelas yoga di ruang terbuka hijau. Perpaduan aktivitas rekreasi dan edukasi ini diharapkan membuat Hutan Kota Jeruk semakin diminati masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (18/10/2026), dengan agenda senam pagi bersama warga, kemudian dilanjutkan edukasi pertanian untuk anak-anak, termasuk melibatkan anak-anak Cak dan Ning Cilik.
Anak-anak Belajar Menanam Padi Langsung di Sawah
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian dalam Garden Fest adalah edukasi pertanian bagi anak-anak. Mereka akan diajak mengenal proses bercocok tanam, termasuk menanam padi secara langsung di area persawahan yang telah disiapkan.
Nanik mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai proses produksi pangan, khususnya asal beras yang dikonsumsi sehari-hari.
“Besok ada anak-anak yang akan belajar bercocok tanam dan menanam padi secara langsung di area persawahan yang sudah kami siapkan. Jadi, anak-anak Surabaya tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk belajar dari mana asal beras yang mereka makan sehari-hari,” jelasnya.
Pelaksanaan edukasi pertanian tersebut melibatkan kelompok tani setempat dan petugas DKPP Surabaya. Mereka akan mendampingi siswa maupun rombongan keluarga yang ingin belajar pertanian secara berkelompok.
Dengan pendampingan tersebut, pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis tentang pertanian dan proses produksi pangan.
Nanik menambahkan, pemilihan waktu pelaksanaan Garden Fest juga mempertimbangkan kondisi persawahan yang sedang menghijau menjelang panen. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum yang tepat untuk memperlihatkan keindahan kawasan sekaligus memperkenalkan aktivitas pertanian kepada masyarakat.
“Garden Fest ini sengaja digelar memanfaatkan masa persawahan yang sedang menghijau menjelang panen, sebab apabila sudah dipanen, pemandangannya pasti akan berbeda,” ungkapnya.
Berpotensi Dibuka Malam Sebulan Sekali
Pemkot Surabaya membuka peluang untuk menjadikan operasional malam Hutan Kota Jeruk sebagai agenda rutin. Namun, rencana tersebut akan mempertimbangkan respons dan antusiasme masyarakat selama pelaksanaan uji coba Garden Fest.
Apabila mendapat sambutan positif, kegiatan serupa berpotensi digelar satu bulan sekali. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka hijau milik Pemkot Surabaya sebagai destinasi wisata alternatif.
Selain untuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, DKPP Surabaya juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan komunitas untuk memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan, edukasi, maupun pelatihan.
Masyarakat yang berminat dapat mengajukan surat permohonan kepada DKPP Surabaya dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama terkait ketertiban, kebersihan, dan perlindungan tanaman.
“Tentunya, untuk masyarakat atau komunitas, kami terbuka. Mereka bisa mengajukan surat permohonan ke DKPP, asalkan tetap menjaga ketertiban, tidak merusak tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Nanik.
Melalui Garden Fest, Pemkot Surabaya berharap Hutan Kota Jeruk semakin dikenal sebagai destinasi wisata edukasi pertanian sekaligus tempat melepas penat bagi keluarga. Kehadiran kawasan ini diharapkan memberikan pilihan rekreasi yang dekat, terjangkau, dan bermanfaat bagi warga Kota Pahlawan tanpa harus bepergian ke luar kota.
“Tentunya kami berharap ini dapat menjadi alternatif sarana wisata sekaligus edukasi bagi keluarga tanpa harus ke luar kota,” pungkasnya.












