Lamongan, Jatimmandiri.id – Jumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Lamongan terus bertambah. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lamongan mencatat, jumlah cabor yang berada di bawah naungannya meningkat dari 29 pada 2022 menjadi 49 cabor pada 2026.
Penambahan tersebut menunjukkan perkembangan pembinaan olahraga di Lamongan. Ke depan, sejumlah cabor baru berpeluang bergabung untuk memperluas pilihan olahraga sekaligus meningkatkan prestasi atlet daerah.
Ketua Umum KONI Lamongan Hery Pranoto menyampaikan perkembangan tersebut dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Pendopo Lokatantra, Rabu (14/10/2026).
Dari total 49 cabor yang berada di bawah naungan KONI Lamongan, sebanyak 47 cabor disiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 di Surabaya. Sejumlah cabor baru, termasuk dayung dan tinju, juga direncanakan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Hery mengatakan, Lamongan memiliki sejumlah cabor yang menunjukkan potensi prestasi. Pada Porprov VIII 2023, beberapa cabor yang menonjol antara lain petanque, tarung derajat, catur, biliar, karate, gulat, dan sambo. Petanque bahkan berhasil menjadi juara umum saat itu.
Selain cabor tersebut, perkembangan juga terlihat pada mixed martial arts (MMA), kriket, loncat indah, panjat tebing, dan pencak silat.
“Pekan olahraga provinsi tahun 2023, beberapa prestasi yang menonjol seperti petanque, tarung derajat, catur, biliar, karate, gulat, dan sambo. Petanque pada saat itu jadi juara umum. Pekan olahraga selanjutnya ada juga MMA (Mixed Martial Arts), kriket juga bagus saat ini, loncat indah, panjat tebing, silat, tarung derajat. Ada cabor baru mungkin akan tampil 2027 yakni dayung dan tinju,” kata Hery.
Ia berharap kepengurusan KONI yang baru mampu meningkatkan prestasi olahraga Lamongan. Upaya tersebut, menurut dia, perlu dilakukan melalui pembinaan yang berkelanjutan, tidak hanya terhadap atlet, tetapi juga pelatih.
Bupati Dorong Pengembangan Cabor Baru
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi perkembangan organisasi KONI serta capaian prestasi olahraga yang telah diraih atlet Lamongan.
Menurut bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut, bertambahnya jumlah cabor membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan berprestasi melalui olahraga.
Ia menyebut, sejumlah cabor baru berpeluang berkembang di Lamongan, termasuk dancesport atau olahraga tari dan Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO).
“Tadi disampaikan hari ini sudah ada 49 cabang olahraga dalam naungan KONI, insyaallah ke depan akan lebih banyak lagi karena masih ada beberapa cabang olahraga yang nanti akan membentuk cabang olahraga baru di Lamongan,” ujar Yuhronur.
Ia menilai, cabor yang terus berkembang memiliki peluang untuk berkontribusi dalam Porprov maupun kejuaraan lainnya. Karena itu, Musorkab diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi dan menyusun langkah pembinaan olahraga yang lebih baik.
“Kita harapkan dalam musyawarah ini nanti akan mendorong supaya prestasi olahraga maupun kegairahan berolahraga masyarakat Lamongan menjadi mantap,” katanya.
Munif Syarif Pimpin KONI Lamongan 2026–2030
Dalam Musorkab tersebut, Munif Syarif terpilih sebagai Ketua Umum KONI Lamongan untuk masa jabatan 2026–2030.
Munif mengajak seluruh anggota KONI Lamongan memperkuat kebersamaan dan kerja sama dalam menjalankan organisasi. Menurut dia, sinergi seluruh unsur olahraga diperlukan untuk mendorong peningkatan prestasi atlet Lamongan.
Dengan bertambahnya jumlah cabor dan persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027, KONI Lamongan diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperluas kesempatan bagi atlet daerah untuk bersaing di tingkat provinsi.
Pengembangan cabor baru juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang semakin beragam dan kompetitif di Kabupaten Lamongan.












