Jatim

KSOP Kalianget Tanamkan Kesadaran Keselamatan Pelayaran Lewat Syahbandar Bersholawat

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

KSOP Kalianget Tanamkan Kesadaran Keselamatan Pelayaran Lewat Syahbandar Bersholawat

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget Azwar Anas, S.H., M.Hum memnerikan sambutan.
Example 468x60

Sumenep, Jatimmandiri.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mengusung tema “Menguatkan Iman, Menjaga Keselamatan dan Menghijaukan Bumi”, kegiatan ini menjadi sarana edukasi keselamatan pelayaran sekaligus mempererat silaturahmi antara jajaran KSOP Kalianget, lingkungan pesantren, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas, S.H., M.Hum, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, serta pengasuh dan santri Pondok Pesantren Aqidah Usymuni.

Dalam sambutannya, Azwar Anas menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan semata-mata tanggung jawab syahbandar, nakhoda, awak kapal, maupun operator kapal.

Menurutnya, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat ini, kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya urusan kapal dan perjalanan di laut. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk mengutamakan keselamatan,” kata Azwar.

Ia menjelaskan, pendekatan keagamaan dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan kesadaran keselamatan pelayaran, terutama kepada generasi muda. Nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren, seperti disiplin, taat aturan, saling mengingatkan, dan peduli terhadap sesama, dinilai sejalan dengan upaya membangun budaya keselamatan.

“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan para santri. Disiplin, taat aturan, dan saling mengingatkan merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di pelabuhan, di atas kapal, maupun di lingkungan pesisir,” ujarnya.

Baca Juga  Wujud Kepedulian, Lapas Mojokerto Salurkan Bantuan Sosial untuk Keluarga Warga Binaan

Azwar juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat menggunakan transportasi laut. Penumpang diharapkan mematuhi ketentuan yang berlaku, mengikuti arahan petugas dan awak kapal, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai aturan.

Ia berharap para santri dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi duta keselamatan di lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat. Pengetahuan sederhana tentang keselamatan bisa sangat berarti dan bahkan membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

Selain meningkatkan pemahaman tentang keselamatan pelayaran, KSOP Kalianget turut mengajak masyarakat menghindari perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain, khususnya di kawasan pelabuhan dan di atas kapal.

Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut

Dalam kegiatan tersebut, Azwar juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Menurutnya, laut merupakan anugerah yang harus dirawat bersama karena menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

“Laut bukan tempat untuk membuang sampah ataupun melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga laut agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegasnya.

Ia menilai, menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Karena itu, peningkatan kesadaran keselamatan pelayaran perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian laut.

Azwar juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren dalam menyebarluaskan pesan keselamatan kepada masyarakat. Kedekatan para kiai dengan lingkungan sosial dinilai dapat memperkuat efektivitas edukasi yang dilakukan pemerintah.

“Kami menyadari bahwa edukasi keselamatan akan semakin kuat apabila tidak hanya disampaikan oleh instansi pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari para kiai dan pengasuh pondok pesantren. Dengan begitu, pesan tentang kedisiplinan, kepedulian, dan keselamatan dapat diterima dengan baik serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Baca Juga  Kejati Jatim Lelang Barang Rampasan, Targetkan Penerimaan Negara Rp40 Miliar

Melalui Syahbandar Bersholawat, Azwar berharap para santri semakin memahami pentingnya keselamatan dalam menggunakan transportasi laut sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membudayakan keselamatan, menjadikan kepedulian sebagai kebiasaan, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keimanan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, menambah wawasan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan generasi muda yang beriman, disiplin, peduli terhadap keselamatan, dan mencintai lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, KSOP Kelas IV Kalianget berharap edukasi keselamatan pelayaran dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan demikian, kesadaran untuk mengutamakan keselamatan dan menjaga kelestarian laut semakin meningkat, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Sumenep.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Malang, Jatim Mandiri PT KAI Daop 8 Surabaya memberlakukan penyesuaian tarif sejumlah kereta api dari Stasiun Malang mulai Senin (12/10)….