Jatim

HUT ke-81 Jatim: Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen Lampaui Nasional, Kemiskinan Ekstrem Turun Jadi 0,29 Persen

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

HUT ke-81 Jatim: Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen Lampaui Nasional, Kemiskinan Ekstrem Turun Jadi 0,29 Persen

Sebarkan artikel ini
HUT ke-81 Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10)
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur semester I 2026 tembus 5,84 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,45 persen.
  • Angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur sukses ditekan drastis hingga menyentuh 0,29 persen per Maret 2026, ditopang keberadaan 4.716 desa mandiri.
  • Sebagai tulang punggung Gerbang Baru Nusantara, Jatim menyuplai 80 persen logistik di 17 provinsi dengan ekspansi infrastruktur Tol Prosiwangi hingga Trans Jatim.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Provinsi Jawa Timur mencatatkan lompatan kinerja pembangunan impresif tepat di momentum peringatan Hari Jadi ke-81. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester I 2026 berhasil melesat hingga 5,84 persen, melampaui capaian rata-rata ekonomi nasional yang bertengger di level 5,45 persen. Di saat bersamaan, tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah ini terpangkas signifikan hingga menyentuh angka 0,29 persen per Maret 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan langsung deretan capaian makroekonomi dan sosial tersebut saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Khofifah menegaskan bahwa seluruh keberhasilan ini merupakan manifestasi dari implementasi terarah program Nawa Bhakti Satya periode 2025–2029.

“Oleh karena itu, mari kita mengenang jasa para pahlawan kita dengan cara terhormat, yakni dengan cara bekerja keras dan membangun Jawa Timur yang berkualitas melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas Jawa Timur pada 2025-2029,” tegas Khofifah dalam pidatonya di Grahadi.

Desa Jadi Episentrum: Kemiskinan Ditekan, Pengangguran Terbuka 3,42 Persen

Salah satu capaian paling menonjol pada masa kepemimpinan Khofifah adalah keberhasilan memangkas disparitas kesejahteraan. Angka kemiskinan ekstrem yang kini berada di level 0,29 persen ditargetkan terus berlanjut hingga mencapai nol persen seutuhnya. Orkestrasi pengentasan kemiskinan ini difokuskan langsung dari wilayah pedesaan melalui pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca Juga  Cegah Lampu Kuning OJK, Pemprov dan DPRD Jatim Sepakati Suntikan Modal Rp100 Miliar ke Jamkrida

Hingga saat ini, Jawa Timur tercatat telah memiliki 4.716 desa mandiri yang ditopang oleh penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ekspansi program desa devisa guna membawa produk unggulan lokal menembus pasar global. Daya tahan perekonomian daerah juga terbukti solid dengan terkendalinya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 3,42 persen pada Mei 2026.

Indikator Strategis Pembangunan Periode Pencatatan Realisasi Capaian
Pertumbuhan Ekonomi Jatim (vs Nasional 5,45%) Semester I 2026 5,84%
Tingkat Kemiskinan Ekstrem Maret 2026 0,29%
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 3,42%
Jumlah Desa Mandiri Tahun 2026 4.716 Desa
Suplai Logistik Antar-Provinsi Rantai Pasok Nasional 80% di 17 Provinsi

Tulang Punggung Rantai Pasok ‘Gerbang Baru Nusantara’

Laju ekspansi ekonomi Jatim semakin mempertegas perannya sebagai Gerbang Baru Nusantara. Jawa Timur terbukti menjadi episentrum yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, mempertemukan arus investasi dengan potensi daerah, serta menjadi simpul konektivitas antara Indonesia bagian barat dan timur.

Secara riil, Jawa Timur memegang peranan krusial sebagai penopang ketahanan logistik nasional dengan menyuplai hingga 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia.

“Konektivitas ini memberi ruang bagi hasil kerja petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, hubungan tersebut memperkuat rantai pasok dan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” urai Khofifah.

Akselerasi industrialisasi dan hilirisasi juga terus dipacu secara masif. Sepanjang setahun terakhir, Pemprov Jatim telah memfasilitasi pengembangan 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta Kawasan Industri Halal, dengan mewajibkan kemitraan rantai pasok lokal demi membuka lapangan kerja berkualitas.

Masif: Tol Prosiwangi, Pansela, hingga Trans Jatim

Agar pemerataan ekonomi tidak tersentralisasi di kawasan industri semata, infrastruktur konektivitas digenjot hingga ke pelosok pesisir, wilayah selatan, kepulauan, dan Pulau Madura. Langkah percepatan infrastruktur tersebut mencakup:

  • Jalan Pantai Selatan (Pansela): Jalur di Kabupaten Tulungagung kini telah tersambung penuh sepanjang 51,56 kilometer.
  • Jalan Tol Prosiwangi: Ruas jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi segmen Gending–Paiton sepanjang kurang lebih 24 kilometer telah resmi dibuka untuk uji coba.
  • Modernisasi Pelabuhan & Penyeberangan: Revitalisasi fasilitas maritim di Probolinggo, Boom, Sapeken, Brondong, serta pelabuhan penyeberangan Paciran dan Jangkar.
  • Transportasi Publik Trans Jatim: Telah melayani delapan koridor mobilitas di kawasan Gerbangkertosusila, dan dijadwalkan resmi memperluas rute layanannya ke wilayah Malang Raya pada 30 Oktober 2026.
Baca Juga  Perkuat Sinergi Daerah, Dandim 0810/Nganjuk Rangkul Insan Pers dan LSM Lewat Ngopi Bareng

Lumbung Pangan Nasional dan Hilirisasi ‘Jatim Agro Hub’

Di sektor agraris, Jawa Timur membuktikan ketahanan pangannya sebagai produsen nomor satu. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam rentang periode 2020–2025. Komoditas strategis lainnya seperti susu, daging sapi, telur unggas, jagung, hingga hasil perikanan sukses mempertahankan takhta peringkat pertama nasional.

Untuk menjaga keberlanjutan surplus pangan ini, Pemprov Jatim menyiapkan lompatan baru melalui program terintegrasi Jatim Agro Hub guna memperkuat hilirisasi dan tata niaga pangan.

Menutup amanatnya, Khofifah mengajak seluruh elemen kampus, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjaga kesinambungan transformasi daerah dengan tetap menjaga keseimbangan ekologis.

“Jawa Timur adalah simpul pendidikan, talenta, inovasi, dan ekonomi kreatif Nusantara. Melalui sinergi tanpa batas antara perguruan tinggi, pesantren, dunia usaha, dan pemerintah, kita pastikan Jawa Timur akan selalu hadir memberikan solusi bagi tantangan bangsa di masa depan,” pungkas Khofifah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Situbondo, Jatimmandiri.id – Jalur bersejarah Anyer-Panarukan berpeluang menjadi penggerak ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya melalui program Anyer-Panarukan 3R. Kementerian Desa…