Bangkalan, Jatimmandiri.id – Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (FP UTM) memasuki usia ke-45 dengan lompatan akademik. Tiga program magister diluncurkan bersamaan dengan Dies Natalis dan kuliah umum bertema Strategi Akselerasi Kedaulatan Pangan Indonesia di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama UTM, Selasa (6/10/2026).
Tiga program tersebut yakni S2 Ilmu Kelautan, S2 Agribisnis, dan S2 Agroekoteknologi. S2 Ilmu Kelautan dan S2 Agribisnis bahkan telah beroperasi dan menerima mahasiswa baru.
Peluncuran ditandai penyatuan tiga air berwarna. Biru melambangkan visi maritim dan kedaulatan bahari, hijau menggambarkan pertanian berkelanjutan, sedangkan kuning keemasan merepresentasikan kesejahteraan, nilai tambah, dan hilirisasi. Ketiganya menjadi simbol lahirnya SDM yang diharapkan memperkuat masa depan pangan dan maritim Indonesia.

Dekan FP UTM Prof Dr Zainul Hidayah mengatakan, usia 45 tahun dihitung sejak cikal bakal Universitas Bangkalan pada 1981, atau 25 tahun sejak UTM berstatus negeri pada 2001. Kini FP UTM memiliki enam program sarjana, sekitar 1.700 mahasiswa aktif, 550 mahasiswa baru, serta 110 dosen. Lebih dari separuh dosen bergelar doktor, diperkuat sembilan profesor dan sekitar 30 lektor kepala.
“Kami sangat inline dengan kebutuhan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Jika pemerintah membutuhkan SDM kompeten dan sarjana pertanian penggerak pembangunan Indonesia, Fakultas Pertanian UTM sangat siap memenuhinya,” kata Zainul.
Rektor UTM Prof Dr Safi’, SH MH mengapresiasi capaian tersebut dan mendorong FP UTM mulai merancang program doktor setelah tiga magister berjalan. Ia menilai sembilan guru besar menjadi modal penting pengembangan S3.
UTM kini mengelola 52 program studi dan menargetkan 60 prodi akhir tahun, termasuk Fakultas Kedokteran. Berdasarkan THE World University Rankings, UTM masuk kluster 2000+ dunia. Di Indonesia berada di peringkat 41 dari sekitar 4.300 perguruan tinggi, peringkat kelima PTN-BLU di bawah Kemendikti Saintek, serta peringkat kedelapan di Jawa Timur.
Safi’ juga menegaskan UTM ingin menjadi “Matahari dari Madura”, kampus inklusif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kampus, kata dia, siap dilibatkan dalam program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Desa Mandiri Pangan melalui kekuatan laboratorium, teknologi pangan, dan pertanian.
Kuliah umum menghadirkan Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Dr. Ir. Sugeng Santoso, MT QRGP CGRE yang membahas integrasi maritim dan agribisnis untuk mempercepat kedaulatan pangan.
Kegiatan juga diikuti akademisi, penyuluh, praktisi agro-maritim, HAPPI Jawa Timur, serta perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan. FP UTM sekaligus menjadi tuan rumah Rapat Kerja HAPPI Jatim untuk merumuskan rekomendasi pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan.












