Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Investasi baru senilai Rp2,3 triliun masuk ke Kawasan Industri SAFE n LOCK Sidoarjo. Komitmen modal dari konsorsium manufaktur internasional tersebut diproyeksikan membuka lebih dari 4.500 lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal mulai tahun depan.
Masuknya investasi berskala besar itu menjadi angin segar bagi perekonomian Sidoarjo. Kawasan industri yang berada di jalur strategis Lingkar Timur Sidoarjo tersebut kini bersiap memasuki fase ekspansi dengan pembangunan sejumlah fasilitas produksi baru.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyambut positif masuknya investasi tersebut. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi dan berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), proyek ini diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat ekosistem industri yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Beny Erlangga Yogaswara, mengatakan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan bagi investor, namun tetap menempatkan kepentingan tenaga kerja lokal sebagai bagian penting dari investasi.
“Investasi Rp2,3 triliun ini kami sambut baik. Pemerintah daerah akan memastikan proses perizinan dan layanan investasi berjalan cepat dan terintegrasi. Di sisi lain, kami meminta komitmen penyerapan minimal 4.500 tenaga kerja lokal agar manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat Sidoarjo,” ujar Beny, Minggu (4/10/2026).
Menurut dia, keberadaan industri baru harus memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Karena itu, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.
Dari sisi pengembang, kesiapan kawasan juga terus dimatangkan. Direktur Operasional PT Makmur Berkah Amanda Tbk, Richard B. T. Malessy, mengatakan SAFE n LOCK telah menyiapkan lahan dan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan industri modern.
“Kami sudah menyiapkan lahan terintegrasi beserta infrastruktur pendukung, termasuk pengelolaan limbah modern dan pasokan energi bersih. Pembangunan fisik pabrik dijadwalkan dimulai bertahap akhir tahun ini,” kata Richard.
Ia optimistis investasi tersebut akan meningkatkan daya saing SAFE n LOCK sekaligus memperkuat posisi Sidoarjo sebagai kawasan industri modern dan ramah lingkungan.
Bagi Sidoarjo, investasi Rp2,3 triliun bukan sekadar tambahan modal. Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi tersebut benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja lokal.












