Jatim

Api Lahap Lahan Gunung Bekel Trawas, Diduga Dipicu Pengasapan Sarang Madu

Penulis: Ayu SukmaEditor: Alif Bintang
×

Api Lahap Lahan Gunung Bekel Trawas, Diduga Dipicu Pengasapan Sarang Madu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mojokerto, Jatimmandiri.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerjang kawasan Gunung Bekel di lereng Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/10/2026) siang.

Lahan seluas kurang lebih 0,5 hektar yang didominasi vegetasi semak belukar dan ilalang ludes terbakar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB ketika warga dan petugas Perhutani melihat kepulan asap membumbung tinggi dari Petak 1, RPH Ngoro, BKPH Penanggungan, KPH Pasuruan.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Perhutani, Koramil Trawas, Polsek Trawas, serta relawan Tahura dan Relawan Penanggungan Trawas langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit akibat medan yang curam dan tidak dapat dijangkau oleh kendaraan penjinak api.

“Tim gabungan harus melakukan pemadaman secara manual di lokasi kebakaran,” ujar petugas penanganan lokasi.

Berkat kesigapan petugas dan relawan, kobaran api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 13.30 WIB setelah penanganan intensif selama kurang lebih dua jam.

Usai pemadaman, tim langsung melakukan proses pembasahan dan pemantauan guna memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kebakaran ini diduga kuat berawal dari aktivitas warga setempat yang mencari madu hutan dengan cara membakar atau membuat pengasapan untuk mengusir lebah.

Saat ini, Polsek Trawas tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan tersebut.

Menanggapi insiden ini, Ketua LMDH Trawas, Suwarno (50), memberikan imbauan tegas kepada masyarakat serta para pemuda dan pendaki yang beraktivitas di area hutan.

Suwarno mengimbau bagi warga yang mencari madu di kawasan Gunung Penanggungan maupun para pendaki gunung agar tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan Gunung Penanggungan.

Baca Juga  Kecelakaan Tunggal di Mojokerto, Dua Pendaki Terluka

“Saat ini memasuki musim kemarau yang sangat rawan memicu kebakaran hutan, kita harap warga tidak membakar sampah maupun puntung rokok di kawasan hutan,” tuntasnya.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *