Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Duka mendalam dan rasa cemas membuncah di sebuah kediaman Kawasan Desa Balonggarut, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.
Salah satu warganya, Yudis Tri Kurniawan, tercatat sebagai salah satu penumpang KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum ditemukan sejak kapal tersebut terbalik dan tenggelam di perairan laut Jawa pada 13 September lalu.
Data terbaru dari Posko Utama SAR Gabungan mencatat, dari total 243 orang di atas kapal, sebanyak 175 orang berhasil dievakuasi dengan rincian 108 selamat dan 67 meninggal dunia.
Sementara itu, 68 orang lainnya masih dalam pencarian intensif.
Melihat situasi tersebut, otoritas Basarnas resmi memperpanjang masa operasi pencarian bawah air hingga sepekan ke depan demi memberikan kepastian bagi puluhan keluarga korban yang terus menanti kabar.
Saat ditemui di kediamannya, perwakilan keluarga korban asal Sidoarjo, Sukarno (54), mengungkapkan rasa cemas mendalam sekaligus harapannya agar proses evakuasi oleh tim penyelam dapat segera membuahkan hasil.
“Kami sekeluarga tidak pernah putus berdoa dan terus memantau perkembangan dari posko utama. Dua minggu berlalu tanpa kepastian ini sangat berat bagi kami. Harapan kami hanya satu, mohon tim SAR bisa menyisir seluruh kompartemen kapal secara tuntas. Apa pun kondisinya nanti, kami ingin Yudis bisa segera ditemukan dan dipulangkan ke Sidoarjo agar keluarga mendapat kejelasan,” ungkap Sukarno dengan mata berkaca-kaca, Senin (28/9/2026).
Merespons kendala di lapangan, perwakilan Basarnas Jatim yang bertugas di posko evakuasi, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa tim penyelam gabungan TNI AL dan Basarnas terus mengerahkan kemampuan terbaiknya meski harus menghadapi risiko keselamatan yang tinggi di kedalaman laut.
“Kami sangat memahami kecemasan seluruh keluarga korban, termasuk keluarga korban dari Sidoarjo. Saat ini, fokus kami adalah memaksimalkan penyelaman bawah air dan penyisiran pesisir. Namun jujur, evakuasi di dalam bangkai kapal sangat berisiko karena derajat kemiringan kapal terus berubah akibat arus bawah laut, jarak pandang minim, dan material tajam. Kami juga berkoordinasi intensif untuk memastikan penyisiran korban bisa berjalan lebih aman dan cepat,” jelas Putu.
Guna mengawal proses penyelamatan ini, Pemprov Jawa Timur telah menyiagakan personel BPBD di posko siaga serta menyiapkan dukungan moril maupun material bagi para keluarga korban yang masih menantikan kepastian evakuasi.












