Jakarta, Jatimmandiri.id – Perjalanan Rahmi Dawati Aldi atau Ami menuju panggung Puteri Indonesia 2026 berawal dari kenangan masa kecil bersama mendiang ibunya. Kini, setelah terpilih sebagai Puteri Indonesia Aceh 2026, Ami melanjutkan langkahnya dengan menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui jalur beasiswa.
Ketertarikan Ami terhadap ajang Puteri Indonesia tumbuh ketika ia kerap menyaksikan kompetisi tersebut bersama ibunya. Sang ibu bahkan pernah berharap putrinya suatu saat dapat tampil di panggung yang sama.
Keinginan tersebut baru terwujud pada 2026, setelah beberapa kali tertunda karena kendala izin cuti dari pekerjaan. Ami mengaku sempat mencoba mengikuti ajang tersebut pada 2022 hingga 2025.
“Perjalanan menuju Puteri Indonesia tidak berjalan mulus. Aku sempat terkendala izin cuti dari pekerjaan ketika ingin mengikuti ajang tersebut pada 2022, 2023, 2024, hingga 2025,” kenang Ami.
Di usia 26 tahun, Ami kembali mencoba peruntungannya dan akhirnya berhasil menjadi perwakilan Aceh di Puteri Indonesia 2026. Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan juga bentuk mewujudkan harapan yang pernah dibangun bersama sang ibu.
Di luar dunia pageant, Ami aktif sebagai entertainer, model, MC, dan public speaker. Ia juga terlibat dalam kegiatan sosial dan advokasi lingkungan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Banda Aceh dan Pidie Jaya.
Pengalaman turun ke lapangan membuat Ami melihat langsung proses pemulihan masyarakat pascabencana. Ia menilai kondisi warga belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan dukungan.
Di sisi lain, Ami kini menempuh pendidikan S2 di UBSI. Ia menilai pendidikan merupakan proses yang tidak berhenti pada jenjang tertentu, tetapi terus berlangsung melalui pembelajaran akademik maupun pengalaman.
Saat menghadiri penyambutan sekitar 8.000 mahasiswa baru UBSI dalam Seminar Motivasi 2026, Ami berpesan agar semangat belajar terus dijaga hingga lulus.
“Perjalanan pendidikan masih panjang. Aku harap setiap mahasiswa bisa menjaga konsistensi belajar dan tidak mudah putus asa,” ujarnya.












