Intisari Berita:
- Pemkot Surabaya pastikan seluruh faskes siap siaga dan bantah isu ruang rawat inap penuh akibat lonjakan Influenza A.
- Dinkes catat kenaikan ISPA berkisar 10 hingga 15 persen per September 2026, mayoritas pasien cukup menjalani rawat jalan di Puskesmas.
- Warga diimbau tidak panik, memperkuat imunitas tubuh, tertib bermasker saat sakit, dan memanfaatkan opsi vaksinasi influenza mandiri.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Pahlawan berada dalam kondisi siap siaga penuh untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus penyakit musiman, termasuk varian Influenza A.
Menyikapi situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh rumor yang memicu kepanikan massal, mengingat karakteristik gejala Influenza A pada umumnya menyerupai flu biasa dan mayoritas pasien hanya memerlukan terapi rawat jalan.
Kesiapsiagaan faskes ditegaskan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menginstruksikan seluruh jajaran manajemen rumah sakit milik Pemkot Surabaya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan kecukupan tenaga medis yang bertugas.
“Kemarin sudah kita sampaikan bahwa seluruh rumah sakit harus berkoordinasi dengan pihak berwenang. Yang kedua, siapkan tenaga medisnya agar mampu menghadapi segala situasi,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu (23/9/2026).
Luruskan Rumor: Keterisian Bed RSUD Soewandhie dan RS EC Bukan Akibat Influenza A
Menanggapi kabar simpang siur mengenai lonjakan pasien yang diklaim membuat ruang perawatan rumah sakit daerah kewalahan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Messakh, memberikan klarifikasi tegas. Ia meluruskan bahwa tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy) di rumah sakit umum daerah bukan disebabkan oleh perebakan kasus Influenza A.
Menurutnya, faskes milik pemkot—seperti halnya RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini (RS EC)—secara sistemik memang selalu siap melayani penanganan beragam jenis penyakit rujukan.
“Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan fatality rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RSUD Eka Candrarini (RS EC). Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau Puskesmas,” terang dr. Billy.
Data Kasus ISPA Naik 10–15 Persen: Penanganan Masih dalam Batas Standar
dr. Billy membeberkan dinamika data epidemiologis di lapangan. Ia mengakui tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk-pilek memang mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen jika dikomparasikan dari rentang Januari–Agustus menuju periode September 2026. Kendati demikian, kurva penambahan kasus tersebut masih berada dalam koridor batas wajar perubahan musim.
Ia menekankan bahwa skema intervensi medis untuk Influenza A tidak membutuhkan penanganan darurat maupun isolasi intensif berskala masif layaknya pandemi COVID-19 beberapa tahun silam.
“Treatment-nya sama seperti flu biasa, terapi biasa pasien sudah bisa sembuh. Kita tidak sampai memisahkan spesifikasi strain secara berlebihan seperti Covid-19 karena gejalanya bisa pulih dengan perawatan standar,” lanjutnya menenangkan publik.
Panduan Pencegahan Dinkes: Jaga Imunitas dan Manfaatkan Puskesmas Terdekat
Menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem pancaroba yang rentan menurunkan kebugaran tubuh, Dinkes Kota Surabaya membagikan sejumlah langkah preventif yang dapat diterapkan masyarakat di tingkat keluarga guna memutus rantai transmisi virus.
Langkah Mitigasi Mandiri dan Imbauan Kesehatan
Dinkes merinci protokol pencegahan sederhana yang perlu digalakkan bersama:
- Sikap Tenang dan Kritis: Mengedepankan sikap rasional serta tidak mudah terseret isu liar atau hoaks yang dapat menimbulkan kecemasan psikologis.
- Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Mempertebal daya tahan tubuh melalui pola istirahat yang cukup, asupan gizi seimbang, dan mencukupi kebutuhan suplemen pendukung seperti vitamin C.
- Protokol Masker: Menggunakan masker pelindung secara tertib, terutama ketika berada di ruang tertutup, titik kerumunan padat, atau saat kondisi badan mulai terasa kurang bugar demi melindungi orang lain.
- Vaksinasi Tambahan: Memanfaatkan fasilitas vaksinasi influenza berkala yang tersedia di berbagai fasilitas layanan kesehatan sebagai proteksi ekstra.
“Jaga daya tahan tubuh dengan melakukan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mengonsumsi asupan vitamin (seperti vitamin C). Sebagai langkah pencegahan tambahan bisa juga melakukan vaksin influenza di faskes terdekat,” pesan dr. Billy.
Menutup keterangannya, dr. Billy meminta warga Surabaya yang merasakan gejala infeksi saluran napas—seperti demam, bersin-bersin, batuk, dan badan lemas—untuk segera beristirahat total. Bila keluhan tidak kunjung membaik, warga diminta lekas memeriksakan diri ke faskes primer terdekat.
“Kalau memang ada gejala, jangan panik segera periksa ke Puskesmas,” pungkasnya menandaskan kemudahan akses penanganan di Surabaya.












