HeadlineKota Besar

Sistem Gate Bawa Dampak Positif, Pendapatan Parkir Tanjung Anom Capai Rp80 Juta per Bulan

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Sistem Gate Bawa Dampak Positif, Pendapatan Parkir Tanjung Anom Capai Rp80 Juta per Bulan

Sebarkan artikel ini
Sistem gate parkir di Jalan Tanjung Anom Surabaya berdampak positif. Dishub mencatat pendapatan parkir mencapai sekitar Rp80 juta per bulan dengan 14 jukir.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id- Penerapan sistem gate dalam pengelolaan parkir di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, mulai menunjukkan dampak positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat pendapatan parkir di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp80 juta setiap bulan.

Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, sistem gate diterapkan sebagai bagian dari penataan parkir sekaligus mendorong masyarakat menggunakan transaksi nontunai.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam mekanisme tersebut, pengendara melakukan tapping saat memasuki area parkir. Ketika keluar, transaksi dilakukan kembali menggunakan pemindaian kode batang atau barcode.

Sementara itu, juru parkir (jukir) memiliki tugas mengatur dan menata kendaraan, khususnya kendaraan roda dua.

“Nah, untuk juru parkir (jukir) hanya bekerja memarkirkan atau menata kendaraan roda dua,” ujar Trio, Jumat (18/9/2026).

Menurut Trio, penerapan sistem gate tersebut juga merupakan hasil komunikasi antara Dishub Surabaya dan para jukir yang bertugas di kawasan Tanjung Anom. Para jukir sebelumnya menyampaikan keinginan agar sistem pengelolaan parkir dapat memberikan pembagian pendapatan yang lebih merata.

“Ketika jukir itu kami kumpulkan, mereka menginginkan seperti ini,” katanya.

Dari sistem tersebut, sebanyak 14 jukir yang bertugas di kawasan Tanjung Anom masing-masing memperoleh pendapatan sekitar Rp2,3 juta per bulan. Sementara total pendapatan yang tercatat melalui sistem gate mencapai kurang lebih Rp80 juta per bulan.

“Alhamdulillah pendapatan 14 teman-teman petugas parkir atau jukir itu sekitar Rp2,3 juta per bulannya, per orang. Tapi secara total pendapatan yang masuk ke gate parkir itu kurang lebih Rp80 juta,” ungkapnya.

Trio menjelaskan, penataan parkir dengan sistem gate tidak hanya berdampak pada pendapatan. Sebaran kendaraan yang parkir di sepanjang Jalan Tanjung Anom juga menjadi lebih merata.

Sebelum sistem tersebut diterapkan, kendaraan cenderung terkonsentrasi di bagian ujung jalan. Akibatnya, titik tersebut dipenuhi kendaraan, sementara lokasi lainnya relatif lebih sepi.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Kembali Raih Opini WTP dari BPK Jatim, Catat 14 Kali Berturut-turut

“Kalau dulu orang parkir di ujung Jalan Tanjung Anom itu parkirnya pasti ramai, roda dua sampai lapis lima. Jadi itu sekarang merata, semuanya (jukir) dapat. Sekarang sampai memanjang ke arah barat, lebih rapi,” jelas Trio.

Selain menerapkan sistem gate, Dishub Surabaya juga melakukan pemantauan terhadap transaksi parkir yang dilakukan jukir di sejumlah lokasi. Evaluasi tersebut dilakukan melalui rapor mingguan yang mencatat aktivitas transaksi digital.

“Rapor di kami itu ada. Misalkan rapor jukir dalam satu minggu, per harinya berapa yang melakukan transaksi melalui handphone, melalui (QRIS) rompi, ada di rapor kami,” terangnya.

Data transaksi tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi aktivitas parkir di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan transaksi yang tercatat sesuai dengan jumlah kendaraan yang dilayani.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, Dishub akan melakukan evaluasi bersama jukir yang bersangkutan.

“Ketika rapor itu jelek, kami tunjukkan kepada jukir-nya. Misalkan Pak sampeyan satu hari cuma dua unit roda empat, roda duanya cuma tujuh unit. Padahal realita mereka roda empatnya mungkin bisa 25 unit,” pungkasnya.

Trio menegaskan, transparansi menjadi salah satu tujuan utama digitalisasi pengelolaan parkir di Surabaya. Sistem tersebut tidak hanya membantu pencatatan pendapatan, tetapi juga mendorong pengelolaan parkir yang lebih tertib dan terbuka.

“Tentunya yang lebih terpenting adalah transparansi. Karena transparansi ini yang diinginkan oleh warga Kota Surabaya,” tegas Trio.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *