Jatim

24 Daerah Dilanda Kemarau, Khofifah Gelar Sholat Istisqa’ Bersama Ulama Dunia di Mojokerto

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

24 Daerah Dilanda Kemarau, Khofifah Gelar Sholat Istisqa’ Bersama Ulama Dunia di Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Khofifah dan Bupati Muhammad Al Barra gelar Sholat Istisqa’ bersama ratusan jemaah di Mojokerto.
  • Ibadah dipimpin Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani untuk atasi kemarau di 24 daerah Jatim.
  • Khofifah ajak Dewan Masjid se-Jatim laksanakan Sholat Istisqa’ usai salat Jumat mulai pekan depan.

Mojokerto, Jatimmandiri.id – Menghadapi kemarau panjang yang melanda 24 kabupaten/kota di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memadukan ikhtiar lahiriah dan batiniah. Bertempat di halaman Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/9/2026) siang, ratusan jemaah berkumpul memanjatkan doa memohon turunnya hujan.

Ibadah Sholat Istisqa’ ini dipimpin langsung oleh ulama terkemuka, Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani. Ratusan jemaah yang hadir terdiri dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, masyarakat umum, hingga para pelajar yang bersatu memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa berkah, manfaat, dan rahmat bagi bumi Jawa Timur.

Ikhtiar Lahir: OMC, Pengeboran Sumur, dan Penyaluran Air Bersih

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa fenomena kemarau panjang tahun ini sejatinya telah diprediksi serta berulang kali diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, serangkaian intervensi teknis lapangan telah dimaksimalkan sejak awal September.

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digulirkan sejak 3 September 2026. Melalui operasi ini, penaburan garam dilakukan tepat saat pergerakan awan potensial terpantau radar BMKG.

“Memang kemarau panjang ini sudah diprediksi dan BMKG sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi ikhtiar kita sudah maksimal. Saya menyebut maksimal karena sejak tanggal 3 September lalu kita sudah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Khofifah.

Baca Juga  Peringati Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan 8 Koridor Trans Jatim Hari Ini

“Ketika BMKG menyampaikan ada awan yang bergerak, itu langsung kita ikuti, langsung ditebar garam. Dan sudah menjadi hujan ringan sampai sedang,” imbuhnya.

Kendati demikian, tantangan penanganan tetap besar mengingat luasnya sebaran wilayah terdampak yang mencapai 24 kabupaten/kota. Pemerintah melakukan penanganan terpadu, mencakup pengeboran sumur baru di berbagai titik untuk mencari sumber mata air hingga pengiriman pasokan air bersih rutin ke permukiman warga.

“Area yang terdampak ini kan luas, 24 kabupaten/kota. Dari 24 daerah ini, antisipasi mengebor sumur sudah dilakukan. Ada yang sukses dan ada yang belum sukses. Jadi ikhtiar itu, betapa ingin saya sampaikan, kita sudah melakukan bersama-sama. Semua sudah kita lakukan,” tegasnya.

Ajak Dewan Masjid se-Jatim Gelar Istisqa’ Usai Salat Jumat

Setelah mengerahkan seluruh upaya teknologi dan logistik, Khofifah menekankan pentingnya melengkapi langkah tersebut dengan ikhtiar batin. Sholat Istisqa’ bukanlah pengganti tindakan teknis, melainkan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusiawi di hadapan ketetapan alam.

“Kita harus membangun keberseiringan antara ikhtiar kita untuk munajat kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat, barokah. Insyaallah segala macam cara sudah kita lakukan, ya kita munajat kepada Allah SWT,” kata Khofifah.

Sebagai gerakan serentak, Gubernur Khofifah secara khusus mengajak jajaran Dewan Masjid se-Jawa Timur untuk turut menyelenggarakan Sholat Istisqa’ berjemaah tepat seusai salat Jumat yang dimulai pada pekan depan.

Langkah Strategis Jangka Panjang dan Ketahanan Air Berkelanjutan

Air merupakan kebutuhan paling mendasar yang menentukan keberlangsungan hidup manusia, stabilitas sektor pertanian, ketahanan peternakan, kelestarian ekosistem, hingga perputaran ekonomi lokal. Oleh sebab itu, Pemprov Jatim memadukan bantuan darurat dengan kebijakan jangka panjang.

“Ketika masyarakat membutuhkan air, tentu harus segera kita bantu. Tetapi pada saat yang sama, kita harus terus mencari solusi jangka panjang. Sumber-sumber air yang potensial perlu dipetakan, dikaji, dan kalau memungkinkan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Pemprov Jatim Kirim 64 Ton Bantuan Korban Gempa NTT

Mengingat karakteristik geografis Jawa Timur yang variatif, pendekatan penanganan dibuat spesifik untuk tiap wilayah agar aksi pemerintah tidak sekadar reaktif saat krisis melanda.

“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika kekeringan sudah terjadi. Kita harus membangun kesiapsiagaan, memetakan sumber-sumber air, menjaga sumber yang sudah ada, dan menyiapkan langkah-langkah agar masyarakat memiliki ketahanan air yang lebih baik. Menjaga sumber air hari ini adalah bagian dari menjaga kehidupan kita di masa yang akan datang. Karena itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan, kawasan resapan, sumber-sumber air, dan menggunakan air secara bijak,” imbaunya.

Apresiasi Khofifah untuk Tuan Rumah dan Jemaah

Menutup rangkaian acara, Khofifah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) selaku tuan rumah, serta seluruh tokoh dan elemen masyarakat yang hadir.

“Terima kasih kepada semua yang hadir, kepada Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani, Gus Barra, seluruh jajaran pemerintah, para pelajar, dan masyarakat. Semoga Allah SWT mengijabah munajat kita hari ini. Semoga segera diturunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat dan barokah,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…