Jatim

Tangani Bencana Kekeringan di 24 Daerah, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih dan Sembako di Sampang

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Tangani Bencana Kekeringan di 24 Daerah, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih dan Sembako di Sampang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako bagi 951 KK terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Kabupaten Sampang.
  • Data BPBD Jatim per 16 September 2026 mencatat 24 kabupaten/kota berstatus darurat kekeringan, dengan 22 daerah telah menerima dropping air bersih intervensi Pemprov Jatim.
  • Selain mengalokasikan anggaran air bersih Rp299,8 juta untuk 527 ritase, Pemprov Jatim bersama TNI mematangkan solusi permanen lewat pemetaan sumur bor hingga pembangunan embung.

Sampang, Jatimmandiri.id — Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang kian meluas di berbagai pelosok Jawa Timur. Merespons kondisi kritis tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan logistik air bersih dan membagikan paket sembako kepada masyarakat terdampak di Desa Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, pada Kamis (17/9).

Di lokasi tersebut, sebanyak 951 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 4.254 jiwa menerima pasokan air bersih yang didistribusikan menggunakan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Tak hanya membagikan air bersih dan sembako, Gubernur Khofifah turut menyapa anak-anak serta membagikan makanan ringan di sela kunjungannya.

Untuk menunjang penampungan mandiri warga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga menyerahkan sarana logistik berupa tiga unit tandon air, dua unit tandon lipat, serta 100 jerigen.

24 Daerah Tetapkan Status Darurat, Pemprov Jatim Perkuat Intervensi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur per 16 September 2026, tercatat sebanyak 24 kabupaten/kota telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan status kedaruratan bencana kekeringan.

Dari pemetaan tersebut, sebanyak 22 kabupaten telah mendapatkan intervensi langsung berupa dropping air bersih dari Pemprov Jatim untuk melengkapi penanganan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga  Pasar Murah Pemprov Jatim Tembus Titik Ke-92 di Pasuruan dan Sidoarjo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Pangan Stabil

“Ini ada 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang sudah menerbitkan SK kedaruratan karena kekeringan. Dan masing-masing kabupaten/kota sudah mengintervensi kebutuhan air bersihnya. Jadi kehadiran Pemprov ini sifatnya mensubstitusi, komplementaritas, menguatkan, dan melapisi dari yang sudah dilakukan oleh kabupaten/kota,” ungkap Khofifah.

Adapun 22 kabupaten yang telah menerima distribusi air bersih dari Pemprov Jatim meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, serta Sampang.

Secara operasional, BPBD Jatim telah mengalokasikan anggaran belanja air bersih mencapai Rp299,8 juta guna membiayai 527 ritase pengiriman armada tangki. Distribusi logistik pendukung juga terus digelontorkan ke daerah, mencakup 80 unit tandon berkapasitas 1.200 liter serta 210 jerigen berkapasitas 15 liter.

Tantangan Geologis Sumur Bor: 19 Mata Bor Patah di Kedalaman 200 Meter

Di samping bantuan darurat jangka pendek, Khofifah menekankan pentingnya merealisasikan penyediaan sumber air permanen guna memutus ketergantungan warga terhadap distribusi mobil tangki setiap tahunnya.

Langkah jangka panjang ini tengah dijalankan melalui program Karya Bakti TNI skala besar di seluruh daratan Pulau Madura, dengan fokus eksplorasi titik-titik pengeboran air tanah serta rencana pembangunan embung dan waduk.

Kendati demikian, karakteristik geologi Pulau Garam menghadirkan tantangan teknis yang berat. Lapisan batuan keras bawah tanah sering kali menghambat penetrasi alat berat.

“Sebetulnya ini kan sedang ada Karya Bakti TNI skala besar se-Pulau Madura. Untuk bisa diidentifikasi, harus dibor dengan kedalaman tertentu dan itu juga harus dimaksimalkan. Ada satu titik, memang tidak di Sampang, dibor sampai 200 meter masih ketemu batu. Sudah ada 19 mata bor yang putus,” beber Khofifah.

Baca Juga  Korban KMP Virgo Asal Blitar Dimakamkan

Situasi tersebut mendasari perlunya pemetaan hidrologis yang presisi. Menurut Khofifah, penarikan pipa transmisi dari sumber air permukaan berdebit besar menjadi opsi realistis apabila pengeboran bawah tanah menemui kendala geologis.

“Artinya, betapa memang di titik tertentu itu relatif kita butuh ikhtiar untuk bisa mendapatkan sumber air. Jadi mungkin kalau dideteksi ada sumber-sumber air terdekat, itu bisa. Karena kita juga melakukan pendeteksian di banyak tempat di mana sumber air yang cukup, itu bisa ditarik sampai 17 kilometer,” imbuhnya.

Terkait pendekatan spiritual, Khofifah mengaku sempat mengusulkan penyelenggaraan salat istisqa di sejumlah daerah untuk memohon hujan. Namun pelaksanaannya harus ditimbang secara bijak agar tidak mengganggu aktivitas petani lokal yang tengah menjalani masa panen tembakau.

Peta Kerawanan Kekeringan di Kabupaten Sampang

Dampak kekeringan di Kabupaten Sampang terdistribusi ke berbagai kecamatan dengan tiga klasifikasi tingkat keparahan berdasarkan rilis resmi BPBD Jatim:

1. Kategori Kekeringan Kritis (12 Kecamatan)

  • Kecamatan Karang Penang: 24.877 KK (83.355 jiwa)
  • Kecamatan Kedungdung: 13.632 KK (68.091 jiwa)
  • Kecamatan Tambelangan: 13.067 KK (77.014 jiwa)
  • Kecamatan Sokobanah: 13.916 KK (41.761 jiwa)
  • Kecamatan Robatal: 15.432 KK (20.833 jiwa)
  • Kecamatan Sampang: 7.932 KK (25.801 jiwa)
  • Kecamatan Omben: 5.068 KK (19.386 jiwa)
  • Kecamatan Camplong: 2.770 KK (4.097 jiwa)
  • Kecamatan Sreseh: 2.474 KK (7.424 jiwa)
  • Kecamatan Torjun: 1.745 KK (13.553 jiwa)
  • Kecamatan Banyuates: 1.230 KK (7.039 jiwa)
  • Kecamatan Jrengik: 997 KK (1.600 jiwa)

2. Kategori Kekeringan Langka (3 Kecamatan)

  • Kecamatan Banyuates: 4.482 KK (11.872 jiwa)
  • Kecamatan Pangarengan: 3.997 KK (10.972 jiwa)
  • Kecamatan Jrengik: 407 KK (1.097 jiwa)

3. Kategori Kekeringan Langka Terbatas (3 Kecamatan)

  • Kecamatan Pangarengan: 5.271 KK (15.174 jiwa)
  • Kecamatan Sampang: 2.399 KK (10.864 jiwa)
  • Kecamatan Ketapang: 1.468 KK (5.872 jiwa)
Baca Juga  SOTK Kantah Sidoarjo Berubah, Warga Resah

Melihat luasnya cakupan wilayah dan jumlah populasi yang terdampak, pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi berlapis antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama menjaga ketahanan logistik serta stabilitas kehidupan warga di kawasan Madura dan sekitarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…