Jatim

Bang Pur Tekankan Pendidikan Pancasila Harus Menyentuh Ruang Digital

Penulis: Dewi Sekar / Eni Kusmaya Editor: Ayn
×

Bang Pur Tekankan Pendidikan Pancasila Harus Menyentuh Ruang Digital

Sebarkan artikel ini
Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, di acara diskusi publik bertajuk “Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Tangerang Selatan, Kamis (17/9).
Example 468x60

Tangerang, Jatimmandiri.id –  Pendidikan Pancasila dinilai perlu beradaptasi dengan perubahan pola interaksi generasi muda yang kini semakin banyak berlangsung di ruang digital. Pengajaran tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, tetapi perlu menghubungkan nilai Pancasila dengan persoalan yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI, H. Muhamad Nur Purnamasidi, dalam diskusi publik bertajuk “Pancasila sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Tangerang Selatan, Kamis (17/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Bang Pur, Pancasila harus ditempatkan sebagai pandangan hidup yang tercermin dalam perilaku, cara berpikir, sikap, serta pengambilan keputusan. Karena itu, pembelajaran perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengalami dan mempraktikkan nilai tersebut.

“Pendidikan Pancasila perlu bergerak menuju pengalaman, pembiasaan, refleksi, dan tindakan nyata,” kata Bang Pur.

Ia mengatakan, ruang pembentukan karakter anak kini tidak hanya berada di keluarga dan sekolah. Media digital telah menjadi tempat anak memperoleh informasi, berinteraksi, berdebat, dan membentuk pandangan mengenai berbagai persoalan sosial.

Kondisi itu menuntut guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual. Guru tidak cukup menguasai materi, tetapi perlu mampu mengajak siswa berdialog, berdiskusi, menganalisis kasus, dan melakukan refleksi terhadap persoalan yang mereka temui di dunia digital.

“Guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi Pancasila, tetapi perlu memiliki kemampuan pedagogis untuk menyesuaikan dialog, debat, studi kasus, dan refleksi moral di dunia digital,” ujarnya.

Bang Pur juga menilai perubahan nomenklatur, dari Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), hingga Pendidikan Pancasila, tidak otomatis menyelesaikan persoalan jika metode pembelajarannya tidak berubah.

Nilai Pancasila perlu dikaitkan dengan persoalan konkret, seperti perbedaan pendapat, perundungan, etika bermedia sosial, serta kemampuan memilah informasi.

Baca Juga  Deep Learning Jadikan Orang Tua Mitra Belajar PAUD

Penguatan pendidikan karakter juga membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. “Sekolah, keluarga, masyarakat dan pemerintah perlu membangun ekosistem pendidikan yang sama-sama memperkuat nilai-nilai Pancasila,” kata dia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…