Nasional

Iduladha: Romantisme Tiada Tanding Nabi Ibrahim dan Ismail

×

Iduladha: Romantisme Tiada Tanding Nabi Ibrahim dan Ismail

Sebarkan artikel ini
Eko Yudiono, Pemred Jatimmandiri.id
Example 468x60

KISAH romantisme ternyata bukan hanya milik pasangan kekasih atau suami-istri.

Jauh sebelumnya, romantisme sudah tersaji di jazirah Arab.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Adalah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS yang melakukannya. Ketika mendapatkan perintah dari allah SWT untuk mengkorbannya anaknya, Ibrahim tanpa ragu melaksanakannya.

Tidak tega awalnya Ibrahim mengatakan perintah Tuhannya itu kepada anaknya. Apalagi kedekatan Ibarahim begitu membuncah dengan anak kesayangannya.

Namun, Ketika Ibrahim memberitahukan kepada putranya, sungguh di luar dugaan. Ismail dengan tegas menerima dan ikhlas dengan perintah Allah SWT via ayahnya.

“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102).

Sungguh, kisah romantisme yang hingga kini tiada tandingannya.

Jabal Qurban adalah tempat yang dipilih Ibrahim demi memenuhi perintah sakral dan ketaatannya itu. Kawasan bukit Mina, Makkah jadi saksi bisu.

Ketika Ibrahim hendak melaksanakan ketaatannya, keajaiban terjadi.

Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba jantan sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Juga keikhlasan keduanya.

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat: 107)

Kisah romantisme ini kemudian dilanjutkan oleh umat muslim seluruh dunia setiap hari raya Iduladha atau Iduladha atau Idul Qurban.

Yang patut diteladani dari kisah ini adalah betapa keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi sebuah kisah romantisme tiada tanding antara ayah dan anak.

Maka, saat ini, seharusnya kisah ini menjadi pengingat umat muslim bahwa, ikhlas dan sabar akan membuat manusia menemukan cinta dan kisah romantisme sejatinya.

Pengorbanan bisa diartikan sebagai salah satu cara untuk menunjukkan ketaatan kita kepada Allah SWT via kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Baca Juga  Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program “Kemis Mlipis” Jadi Sorotan

Hikmah kisah ini seharusnya menjadi teladan bagi kita semua.

Di era sekarang, Hari Raya Kurban mempunyai dampak luas.

Antara lain, solidaritas sosial, menghilangkan sifat tercela dan tentunya tidak kalah penting adalah kembali meneladani pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Sungguh kisah romantisme penuh keikhlasan dan ketakwaan yang tiada tanding.

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin. (QS: Al-Hajj · Ayat 37)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *