Koordinasi Akhir dalam Hitungan Hari
Surabaya, Jatim Mandiri
Tol Probolinggo–Banyuwangi segmen Gending–Kraksaan–Paiton berpeluang beroperasi dalam hitungan hari setelah uji laik fungsi, di Surabaya, Rabu (16/9). Pengoperasian tol diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi komoditas ketika Jembatan Pajarakan diperbaiki.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan ruas itu telah siap secara teknis dan administratif. Saat ini, pengelola tinggal menyelesaikan koordinasi akhir dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Gending sampai Kraksaan dan Kraksaan–Paiton sudah selesai uji laik fungsi. Sudah siap,” kata Emil setelah menerima Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Adi Prasetyanto seperti dikutip detik.com.
Menurut Emil, peluang pengoperasian ruas Gending–Paiton pada September cukup besar. Pembukaan bahkan diperkirakan dapat terlaksana dalam beberapa hari apabila koordinasi teknis berjalan lancar. “Peluang untuk operasional bulan ini, bahkan dalam hitungan hari, sebenarnya sangat tinggi,” ujarnya.
Keberadaan ruas tol ini dinilai semakin mendesak karena Jembatan Pajarakan di jalur nasional membutuhkan perbaikan. Pekerjaan itu berpotensi menimbulkan antrean dan menghambat arus kendaraan.
“Apalagi Jembatan Pajarakan perlu pembenahan di jalan nasional. Maka, operasional tol ini semakin mendesak,” jelasnya.
Ruas Gending–Paiton sebelumnya pernah difungsikan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan saat Lebaran. Sejumlah kepala daerah kemudian meminta ruas tersebut segera dioperasikan secara permanen.
Bupati Probolinggo juga telah menyampaikan permohonan kepada Gubernur Jatim dan Kementerian Pekerjaan Umum. Permintaan itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap tambahan jalur transportasi.
Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Adi Prasetyanto mengatakan sosialisasi pengoperasian tol telah dilakukan. Ruas Gending–Paiton akan dibuka secara gratis selama beberapa hari sebelum tarif resmi diberlakukan.
“Jasa Marga dalam beberapa hari ini sudah melakukan sosialisasi sebelum operasi resmi dan bertarif untuk seksi Gending sampai Paiton,” katanya.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Probolinggo Pradipta Atmasunu mengatakan kelancaran transportasi menentukan keberlanjutan rantai distribusi. Kebutuhan tersebut semakin penting setelah musim panen ketika pergerakan hasil produksi meningkat.
“Dengan adanya jalur tol yang segera beroperasi, tentu menjadi alternatif bagi mobilitas angkutan,” ujar Pradipta. “Kami berharap pengoperasiannya segera direalisasikan sehingga pengangkutan tembakau tidak terganggu apabila Jembatan Pajarakan mulai diperbaiki,” lanjutnya.
Di sisi lain, ruas Paiton–Besuki masih menjalani uji laik fungsi. Tim teknis memberikan sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti sebelum bagian tersebut dapat dioperasikan.
Emil berharap pengoperasian tol dapat diperpanjang hingga Suboh dan Besuki sebelum akhir 2026. Ruas Paiton–Besuki juga diharapkan bisa mendukung mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru 2027. (*/ibn)












