Jatim

Cegah Ratusan Triliun Terbang ke Luar Negeri, Khofifah Dorong Hilirisasi Riset Stem Cell di Semarang

Penulis: Hari AgungEditor: Alif Bintang
×

Cegah Ratusan Triliun Terbang ke Luar Negeri, Khofifah Dorong Hilirisasi Riset Stem Cell di Semarang

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau fasilitas riset terapi sel punca dan kanker di SCCR Indonesia, Semarang.
  • Hilirisasi riset medis dalam negeri dinilai krusial demi menekan kebocoran devisa ratusan triliun rupiah akibat warga berobat ke luar negeri.
  • Kemandirian teknologi kesehatan ditargetkan mampu mendorong Indonesia menjadi rujukan (center of gravity) layanan stem cell di level ASEAN dan global.

Semarang, Jatimmandiri id  — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung operasional dan fasilitas laboratorium PT. Stem Cell and Cancer Research Indonesia (SCCR Indonesia) di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (13/9/2026). Peninjauan tersebut difokuskan pada pengamatan teknologi mutakhir terapi sel punca (stem cell) dan riset penanganan kanker yang dikembangkan oleh para peneliti dalam negeri.

Agenda peninjauan ini dimanfaatkan Khofifah sebagai studi komparatif dan pembelajaran langsung mengenai integrasi ekosistem kesehatan terpadu yang memadukan riset laboratorium, kesiapan teknologi medis, kepakaran akademis, hingga implementasi pelayanan klinis langsung kepada publik.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan proses pembelajaran yang luar biasa. Kami diperkenalkan dengan berbagai alat kesehatan dan alat-alat laboratorium kesehatan yang menurut saya super-super canggih,” tutur Khofifah dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Hilirisasi Medis Jadi Kunci Selamatkan Devisa Ratusan Triliun Rupiah

Gubernur Khofifah menggarisbawahi bahwa penguatan inovasi medis berbasis teknologi tinggi merupakan pilar utama dalam membangun kemandirian layanan kesehatan nasional. Penelitian mutakhir tidak boleh mandek sebatas literatur ilmiah atau berhenti di dalam ruang laboratorium tanpa menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

“Kemampuan menghasilkan riset harus berjalan beriringan dengan keberanian melakukan hilirisasi hingga hasil penelitian benar-benar dapat diterapkan menjadi layanan medis yang memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Khofifah Ajak Daiyah Muslimat NU Jatim Berhijrah ke Dakwah Digital

Menurutnya, ketiadaan kemandirian medis berimplikasi langsung terhadap ketahanan ekonomi negara akibat banyaknya devisa yang mengalir ke luar negeri karena masyarakat berobat ke fasilitas medis mancanegara.

“Ini menjadi bagian penting, pertama tentu untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh manusia, terutama warga bangsa Indonesia. Yang kedua, sebetulnya tidak terhitung berapa devisa yang harus keluar negeri, ratusan triliun, untuk pengobatan bangsa ini, masyarakat Indonesia yang sudah mempercayakan proses layanan kesehatannya ke berbagai rumah sakit di luar negeri,” papar Khofifah.

Keberhasilan SCCR Indonesia dinilainya sebagai pembuktian nyata bahwa dokter dan ilmuwan lokal mampu mengeksekusi teknologi kedokteran presisi tinggi.

“Rasanya kita mendapatkan suasana yang bisa memberikan perspektif yang mendalam dan luas bagaimana sesungguhnya anak di negeri ini melalui Stem Cell and Cancer Research Indonesia yang ada di Semarang ini ternyata sudah memberikan hasil riset yang luar biasa, sudah diimplementasikan luar biasa, sudah memberikan layanan yang luar biasa,” katanya.

Bidikan Menjadi Rujukan Kawasan ASEAN dan Kolaborasi Ekosistem Jawa Timur

Dari pengamatan langsung di fasilitas SCCR Indonesia, Khofifah memandang bahwa keunggulan riset berbasis sel punca ini menyimpan potensi besar untuk membawa Indonesia tampil sebagai sentra rujukan pelayanan medis modern di tingkat regional hingga global.

“Dari proses perencanaan ke depan rasanya ini bisa menjadi center of gravity dari proses pelayanan stem cell tidak hanya di Indonesia, tidak hanya di ASEAN, tapi juga di sangat banyak negara akan melihat bahwa anak bangsa ini sudah melahirkan hasil-hasil riset yang luar biasa di bidang kedokteran, terutama, dan sudah memberikan layanan medik yang luar biasa,” ungkapnya.

Peluang adopsi ekosistem serupa dinilai sangat terbuka untuk dikembangkan di Jawa Timur. Mengingat, wilayah Jawa Timur ditopang oleh modalitas strategis yang melimpah, mulai dari jaringan perguruan tinggi berkelas dunia (world class university), ketersediaan rumah sakit rujukan, tenaga medis ahli, manufaktur farmasi, hingga pusat-pusat studi riset inovasi.

Baca Juga  Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Khofifah: Koperasi Penggerak Utama Ekonomi Rakyat Jatim

“Bahkan dari banyak pakar dari perguruan tinggi, perguruan tinggi world class university juga hadir di sini. Tentu tidak sekadar sebagai researcher, tetapi bagaimana proses untuk memberikan layanan dari hasil riset itu bisa dirasakan oleh masyarakat lebih luas lagi,” lanjutnya.

Bangun Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Layanan Medis

Guna mewujudkan ekosistem medis yang tangguh, Khofifah mengimbau perlunya sinergi pentahelix yang menghubungkan institusi pemerintah, perguruan tinggi, industri farmasi, rumah sakit rujukan, dan para pakar lintas disiplin. Kolaborasi ini mendesak agar inovasi tidak berjalan terfragmentasi atau sendiri-sendiri.

“Kita semua mendorong, mendukung bagaimana para expertise di bidang teknologi stem cell di Semarang ini bisa terus mendapatkan ruang untuk mendedikasikan seluruh ilmu yang bisa dirasakan manfaatnya lebih luas lagi oleh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Ia menekankan kembali bahwa tolok ukur kesuksesan terpenting terletak pada kesiapan hilirisasi yang aman dan teruji di ranah implementasi nyata pelayanan publik.

“Jadi bukan hanya risetnya, tapi juga hasil risetnya sudah diimplementasikan dengan memberikan layanan yang luar biasa. Dan tentu kita terus doakan tempat ini terus berkembang dan sukses ke depannya,” pungkas Khofifah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…