Bojonegoro, Jatimmandiri.id-Kemarau panjang masih berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kondisi tersebut mendorong penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan pasokan air.
Hingga Rabu (9/9/2026), sebanyak 262 ribu liter air bersih telah disalurkan ke 52 titik kekeringan di Kabupaten Bojonegoro. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau berlangsung.
Distribusi terbaru dilakukan pada 9 September 2026 dengan menyasar tiga desa. Masing-masing Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo, serta Desa Geneng dan Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo.
Penyaluran diprioritaskan ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. Air bersih tersebut digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari di tengah semakin terbatasnya sumber air.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri, turut mengawal penyaluran bantuan air bersih tersebut. Ia merupakan anggota DPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur IX, meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban.
Abidin mengatakan, distribusi air bersih merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.
“Ini dalam rangka melayani masyarakat yang kekurangan air di musim kemarau. Kegiatan ini akan terus berjalan selama musim kemarau,” ujar Abidin Fikri.
Menurut Abidin, bantuan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah yang sumber airnya mulai terbatas. Karena itu, distribusi akan terus dilakukan dengan memprioritaskan daerah yang mengalami kekurangan air paling parah.
“Penyaluran air bersih juga diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan wilayah yang mengalami kekurangan air paling parah,” katanya.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut telah berlangsung sejak 13 Agustus 2026. Hingga 9 September 2026, distribusi telah menjangkau puluhan titik yang mengalami kekeringan di berbagai wilayah Bojonegoro.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Distribusi akan dilanjutkan selama kondisi kemarau masih berlangsung dan kebutuhan air bersih masyarakat masih tinggi. (jul/ono)












