Jatim

Pendopo Lumajang Dibuka untuk Warga, Maulid Jadi Perekat Kerukunan

Penulis: Dewi Sekar / Eni Kusmaya Editor: Ayn
×

Pendopo Lumajang Dibuka untuk Warga, Maulid Jadi Perekat Kerukunan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lumajang M. Imron Rosyadi.
Example 468x60

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendopo Kabupaten Lumajang tak lagi hanya digunakan untuk kegiatan pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Lumajang kini membuka ruang tersebut bagi masyarakat sekitar, termasuk warga Kelurahan Ditotrunan, untuk menggelar kegiatan bersama seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Lumajang M. Imron Rosyadi mengatakan, kebijakan tersebut menjadi upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat di sekitar pendopo.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut dia, selama ini warga sekitar belum banyak dilibatkan dalam kegiatan di pendopo.

“Selama ini mungkin sering terlewat. Kalau kami mengundang, biasanya dari kelurahan saja, jarang kemudian warga,” kata Imron.

Gagasan membuka pendopo untuk warga bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada Bupati Lumajang. Bupati kemudian mempersilakan pendopo dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.

“Beliau kemudian mengajak, kalau memang ada warga yang ingin melakukan kegiatan, monggo, pendopo terbuka,” ujarnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bagian Kesra berkoordinasi untuk memfasilitasi kegiatan warga Kelurahan Ditotrunan. Salah satunya melalui peringatan Maulid Nabi yang melibatkan perwakilan masyarakat dari seluruh wilayah kelurahan.

Imron berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni keagamaan. Pertemuan warga diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menjaga kerukunan, sekaligus mendukung kondusivitas daerah.

“Kita harapkan kalau ada acara bersama seperti ini, kerukunan di antara masyarakat bisa terjaga. Kondusivitas Lumajang, insya Allah, menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Ia menilai nilai-nilai keagamaan perlu terus diperkuat mengingat mayoritas masyarakat Lumajang beragama Islam. Karena itu, lingkungan pendopo sebagai pusat pemerintahan sekaligus bagian dari Kelurahan Ditotrunan diharapkan dapat menjadi contoh kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

“Karena mayoritas adalah Muslim, maka nilai-nilai keagamaan itu memang benar-benar tercermin. Cerminnya biasanya dari ring satu, dari pendopo dan sekitarnya,” tutur Imron.

Baca Juga  Aksi Humanis Polsek Geneng Bantu Lansia Saat Penyaluran PKH Plus di Ngawi

Menurutnya, kekompakan warga dalam kegiatan keagamaan juga dapat memperkuat citra Lumajang sebagai kabupaten yang agamis.

“Kita harapkan dengan kekompakan dan kehidupan keagamaan yang luar biasa dari masyarakat, ini bisa menjadi cermin bahwa Lumajang memang kabupaten yang agamis,” ujarnya.

Imron menambahkan, kegiatan positif perlu diperbanyak untuk mengikis berbagai perilaku negatif di masyarakat.

“Segala sesuatu yang buruk, sedikit demi sedikit kita kikis. Artinya, balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang insya Allah akan menghapusnya,” pungkasnya

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *