ꦧꦸꦢꦪ

Festival Jaranan Trenggalek Tembus Nasional

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Festival Jaranan Trenggalek Tembus Nasional

Sebarkan artikel ini
Jaranan Trenggalek yang diprediksi akan semakin dikenal di kancah nasional.
Example 468x60

Trenggalek, Jatimmandiri.id –  Alun-Alun Trenggalek bakal menjadi panggung besar seni tradisi pada 20–26 September 2026. Selama sepekan, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 menghadirkan kompetisi jaranan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival tersebut menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program nasional yang mendorong event berkualitas sebagai daya tarik pariwisata. Masuknya festival dalam agenda KEN sekaligus memperkuat posisi seni tradisi sebagai bagian dari wisata berbasis budaya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sejumlah kategori disiapkan, mulai Turonggo Yakso Bocah dan Remaja, Turonggo Yakso SMA–Umum tingkat nasional, hingga Non-Turonggo Yakso tingkat nasional. Komposisi tersebut membuka ruang bagi kelompok seni senior sekaligus generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan jaranan melalui kompetisi.

Salah satu kekuatan festival adalah Turonggo Yakso, kesenian khas Trenggalek yang berakar dari tradisi masyarakat Dongko. Identitasnya terlihat dari properti eblek atau kepang yang memadukan bentuk kuda dengan wajah yaksa atau buto. Secara tradisional, properti tersebut dibuat dari kulit lembu atau kerbau yang ditatah dan dihias.

Keunikan Turonggo Yakso juga tampak pada gerak tari yang gagah, atraktif, dinamis dan penuh tenaga. Ragam gerak baku atau ukel serta gerak tambahan yang disebut lawung dapat dikembangkan oleh setiap kelompok. Sejumlah gerakan bahkan menggambarkan kehidupan agraris masyarakat Dongko, mulai berangkat ke sawah, berjalan di pematang, mencangkul, menanam hingga memanen.

Kesenian ini tidak terlepas dari tradisi Baritan masyarakat Dongko. Turonggo Yakso berkembang dari tradisi agraris tersebut menjadi seni pertunjukan dan mulai tumbuh sekitar 1976. Dalam perkembangannya, kesenian ini kemudian menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu, kategori Non-Turonggo Yakso memberi kesempatan bagi berbagai bentuk jaranan dari daerah lain untuk tampil. Pertemuan kedua kategori tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus pertukaran pengalaman antarkelompok seni dari berbagai wilayah.

Baca Juga  Kongres Kebudayaan Gali Jejak Nusantara

Festival juga dilengkapi pameran yang membuka peluang interaksi antara pelaku seni, produk lokal, ekonomi kreatif, masyarakat dan wisatawan. Pemilihan Alun-Alun Trenggalek sebagai lokasi turut menjadikan ruang publik tersebut sebagai pusat aktivitas budaya dan ekonomi selama festival berlangsung.

Melalui Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026, seni tradisi tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan dan dikembangkan. Masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan rangkaian festival pada 20–26 September 2026 di Alun-Alun Trenggalek.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Geolog Danny Hilman Natawidjaja mengajak publik melampaui perdebatan lokasi Atlantis dengan meneliti kemungkinan kehidupan dan peradaban…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Setelah ribuan tahun, Atlantis belum dapat ditempatkan sebagai fakta sejarah karena belum ada reruntuhan, artefak, prasasti,…