Kediri, Jatimmandiri.id – Upaya menekan angka stunting terus diperkuat Pemerintah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Salah satunya melalui Mini Lokakarya Stunting tingkat Kecamatan Mojoroto yang digelar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus koordinasi lintas sektor untuk memperkuat strategi pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Mojoroto.
Mini lokakarya melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, kepala SPPG se-Kecamatan Mojoroto, hingga kader-kader kelurahan.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kecamatan Mojoroto, Ahmad Shofwan Hadawi, menegaskan bahwa sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan target zero stunting di Kecamatan Mojoroto.
Menurutnya, capaian Kota Kediri yang berhasil menempati peringkat kedua secara nasional harus menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan berbagai program pencegahan stunting.
“Setelah Kota Kediri menjadi peringkat kedua nasional, kita harus bisa menjadi peringkat pertama tingkat nasional,” tegas Hadawi, Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, kader, tenaga kesehatan, SPPG, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Dengan koordinasi yang berjalan secara berkelanjutan, upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat kelurahan diharapkan semakin tepat sasaran.
Kecamatan Mojoroto pun optimistis target zero stunting dapat diwujudkan melalui kerja bersama dan komitmen seluruh pihak dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.












