BeritaHeadlineJatim

615 Pelajar Dirawat, Usai Santap MBG di Sidoarjo dan Nganjuk

Penulis: Dea - DickyEditor: ibn
×

615 Pelajar Dirawat, Usai Santap MBG di Sidoarjo dan Nganjuk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidoarjo, Jatim Mandiri

Sebanyak 615 pelajar mengalami ganguan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo dan Nganjuk pada Selasa-Rabu (1-2/9). Kejadian yang dialami 566 santri dan siswa di Sidoarjo, serta 49 warga SMAN 3 Nganjuk itu langsung diikuti penanganan medis, pemeriksaan sampel, hingga penghentian sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Di Sidoarjo, seluruh makanan yang dikonsumsi para korban dipasok oleh SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo. Dapur itu memproduksi sekitar 2.800 porsi setiap hari untuk 19 lembaga pendidikan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat 566 orang telah mendapat penanganan hingga Rabu siang (2/9). Sebanyak 88 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit, sedangkan lainnya mulai dipulangkan setelah kondisinya stabil.

Para korban umumnya mengeluhkan pusing, mual, muntah, lemas, dan diare. Dinkes Sidoarjo juga mengaktifkan tim krisis, menyiagakan puskesmas, serta meminta rumah sakit menambah tenaga kesehatan, obat-obatan, dan sarana pendukung.

“Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina.

Penanganan serupa juga dilakukan di Nganjuk, setelah puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk mengeluhkan mual dan muntah pada Rabu siang (2/9). Data sementara, gangguan kesehatan dialami 49 orang, terdiri atas siswa dan seorang guru.

Dari 49 orang tersebut, 20 orang di antaranya dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang di RS Bhayangkara. Fasilitas kesehatan lain juga disiapkan untuk mengantisipasi tambahan pasien.

Kasatgas MBG Kabupaten Nganjuk Judy Hernanto mengatakan jumlah korban masih diverifikasi. “Benar informasi itu. Untuk jumlahnya masih kami verifikasi,” ujarnya.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo memastikan tenaga medis dan fasilitas kesehatan dimaksimalkan untuk mendampingi korban. “Saat ini masih observasi. Semuanya kami maksimalkan, mulai dokter spesialis, dokter, perawat. Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah,” katanya.

Baca Juga  HUT ke-757 Kabupaten Sumenep, KSOP Kalianget Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Maritim

Penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan. Tapi, tim gabungan Dinkes Sidoarjo bersama kepolisian telah mengamankan sisa sampel makanan serta bahan baku dari lokasi dapur SPPG Kalitengah.

Selain sampel makanan, muntahan korban juga diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Surabaya. Hasil pengujian diperkirakan keluar sekitar satu pekan. Atas hal itu, masyarakat diminta menunggu hasil resmi dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi.

Pemeriksaan juga dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. “Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Laboratorium Forensik Polri untuk melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, kepada IDN Times, Rabu (2/9).

Kejadian itu memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah.  Wakil Koordinator BGN Regional Jatim Teguh Bayu Wibowo menyebut pemeriksaan mencakup bahan baku, pengolahan, sarana, prasarana, instalasi pengolahan air limbah, serta proses pengiriman. “Ada catatan, ada beberapa catatan. Memang kita perbaiki bersama,” ujar Teguh.

Evaluasi juga akan menelusuri rentang waktu mulai makanan dimasak, dikirim, diterima lembaga pendidikan, hingga dikonsumsi. Menu yang dibagikan ketika kejadian terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis dan jagung muda, serta apel.

Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga. Ia mengatakan pengolahan makanan dimulai sekitar tengah malam sebelum didistribusikan menjelang siang. “Saya secara pribadi dan mewakili manajemen SPPG Kalitengah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Kami sangat menyesalkan kejadian ini,” ujar Rafli Ridho dalam keterangannya.

​Terkait proses pengolahan makanan, Rafli mengaku seluruh persiapan hingga proses memasak menu MBG pada hari itu telah sesuai prosedur operasional. Meski demikian, ia menyatakan siap bertanggung jawab penuh serta kooperatif dalam mengikuti seluruh proses investigasi yang sedang berjalan.

Baca Juga  Janice Tjen: Terima Kasih Venus, Lanjut Babak Berikutnya

SPPG Kalitengah dinyatakan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan sertifikat halal. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tetap harus diikuti penerapan standar keamanan pangan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari.

Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga meminta pengawasan terhadap seluruh dapur MBG diperkuat. Dari 170 SPPG di Sidoarjo, sebanyak 31 dilaporkan masih perlu melengkapi perizinan.

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan program pemenuhan gizi anak harus tetap didukung dengan pembenahan tata kelola. “Program yang baik ini mari kita dukung. Kalau ada tata kelola yang kurang baik, kita benahi,” katanya.

Evaluasi diarahkan pada kelengkapan izin, kualitas bahan baku, kebersihan dapur, waktu memasak dan distribusi, penyimpanan, serta pengawasan harian. Hasil pemeriksaan diharapkan diumumkan secara terbuka sebagai dasar perbaikan dan jaminan keselamatan penerima manfaat. (dea/roy/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *