MetropolitanPolitik

Tekan Beban TPA, Komisi C DPRD Surabaya Luncurkan Sekolah Sampah untuk Masyarakat

×

Tekan Beban TPA, Komisi C DPRD Surabaya Luncurkan Sekolah Sampah untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Dalam upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, resmi meluncurkan program Sekolah Sampah.

Inisiatif ini hadir sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membekali warga dengan keterampilan mengelola sampah langsung dari sumbernya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Eri menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kota Surabaya, di mana volume timbulan sampah mencapai angka sekitar 1.800 ton setiap harinya.

Ironisnya, hampir 60 persen dari total sampah tersebut didominasi oleh limbah organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan limbah dapur rumah tangga.

“Masalah sampah harus diselesaikan berbasis sumber. Jika masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, beban tempat pembuangan akhir bisa berkurang,” ujar Eri, Senin, 25 Mei 2026.

Sekolah Sampah tidak sekadar menjadi forum edukasi teoretis, tetapi juga menyediakan pelatihan praktik yang aplikatif.

Fokus utamanya adalah perubahan perilaku, teknik pengomposan, hingga pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot yang mampu mempercepat penguraian sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Eri menegaskan bahwa paradigma lama yang hanya mengandalkan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah tidak lagi relevan.

Menurutnya, transformasi pengelolaan harus dimulai dari unit terkecil: rumah tangga, lingkungan warga, sekolah, hingga komunitas.

“Jika sampah organik tidak dipilah dan dikelola, dampaknya bukan hanya membuat tempat pembuangan akhir penuh, tetapi juga meningkatkan emisi gas metana,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pihaknya turut menyalurkan bantuan puluhan tempat penampungan botol plastik serta unit komposter sampah organik kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu memicu pembiasaan memilah sampah sejak awal.
Tidak hanya mengolah sampah organik, program ini juga mendorong pengelolaan sampah anorganik melalui sistem bank sampah. Sehingga limbah yang dihasilkan dapat bernilai ekonomi.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Pimpinan DPRD Surabaya Sambangi Polrestabes Bahas Kamtibmas hingga Perlindungan Anak

Eri pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Kami mendukung langkah Pemkot Surabaya memperkuat pemilahan sampah berbasis sumber yang diintegrasikan dengan bank sampah, TPS3R, rumah kompos, dan metode pengolahan sampah organik lainnya,” pungkas Eri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *