Jatim

Buntut 500 Siswa Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Bekukan Dapur SPPG Kalitengah Berkapasitas 2.800 Porsi

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

Buntut 500 Siswa Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Bekukan Dapur SPPG Kalitengah Berkapasitas 2.800 Porsi

Sebarkan artikel ini
MBG di Sidoarjo
Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo,
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • BGN Regional Jatim membekukan izin operasional SPPG Kalitengah usai 500 santri dan siswa di 19 lembaga keracunan.
  • Dapur penyuplai berkapasitas 2.800 porsi per hari tersebut diperiksa menyeluruh bersama Dinkes dan Polresta Sidoarjo.
  • Polisi dan tim medis menyita sampel nasi, telur orak-arik, tempe bali, hingga sayur buncis untuk uji laboratorium forensik.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur menjatuhkan sanksi tegas berupa pembekuan operasional sementara (*suspend*) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Langkah ekstrem ini diambil menyusul runtuhnya standardisasi kelaikan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan 500 santri dan siswa di 19 lembaga pendidikan tumbang akibat intoksikasi massal.

Pemberhentian total aktivitas di hulu produksi dilakukan untuk memberi ruang bagi penyelidikan dan evaluasi komprehensif. Berdasarkan catatan operasional, SPPG Kalitengah merupakan salah satu dapur produksi utama dengan kuota distribusi harian yang sangat masif, mencapai 2.800 porsi per hari ke berbagai institusi pendidikan di sekitarnya.

Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo, yang turun langsung memeriksa kondisi sanitasi dapur umum, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan bagi anak sekolah adalah hal mutlak yang tidak dapat dikompromikan.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa mulai hari ini, seluruh aktivitas produksi di SPPG Kalitengah dihentikan total tanpa pengecualian. Pembekuan izin operasional ini adalah langkah mutlak demi keselamatan publik. Kami bersama Dinas Kesehatan dan Polresta Sidoarjo sedang membongkar dan memeriksa seluruh alur rantai pasok pangan, mulai dari kualitas bahan baku yang masuk dari vendor, proses higienitas dapur, hingga wadah pengiriman yang digunakan. Kami tidak akan membuka kembali tempat ini sampai ada jaminan keamanan pangan yang valid secara ilmiah,” tegas Teguh di Tanggulangin.

Baca Juga  Bobroknya Kantor Cabdin Pendidikan Sidoarjo di Tengah Isu Pungli SMAN 2

Penyitaan Sampel Pangan: Nasi, Telur, Tempe Bali, hingga Sayur Buncis Diuji Forensik

Menindaklanjuti kasus yang menimpa ratusan pelajar tersebut, tim gabungan yang terdiri atas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo dan Dinas Kesehatan langsung mengamankan seluruh barang bukti pangan yang dibagikan kepada korban.

Petugas menyita sejumlah sampel menu makan siang yang disajikan pada hari kejadian, meliputi nasi putih, olahan telur orak-arik, tempe bumbu bali, serta sayuran buncis. Seluruh sampel makanan tersebut langsung dikirimkan ke laboratorium forensik guna menjalani uji klinis untuk mendeteksi kontaminasi zat berbahaya ataupun cemaran bakteri patogen.

Sorotan Publik dan Penyelidikan Dugaan Kelalaian Rantai Pasok

Skandal intoksikasi berskala besar ini menyulut desakan publik kepada otoritas pengawas dan BGN untuk menata ulang mekanisme penyediaan katering massal MBG. Sistem seleksi vendor, pemantauan pengolahan di dapur lokal, hingga pengantaran wajib diperketat agar insiden mematikan serupa tidak meluas di wilayah Jawa Timur lainnya.

Hingga kini, jajaran kepolisian bersama instansi kesehatan terus mendalami indikasi adanya unsur kelalaian prosedur, baik dari pemilihan bahan baku segar oleh pemasok maupun sanitasi peralatan memasak dan wadah kemasan yang digunakan oleh pihak SPPG Kalitengah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *