Probolinggo, Jatimmandiri.id – Seni budaya dan geliat usaha warga berpadu dalam Asoka Carnival 2026 di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Minggu (30/8/2026). Sekitar 600 peserta ambil bagian dalam karnaval yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang promosi produk UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat.
Kegiatan tahunan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667. Tahun ini, Asoka Carnival mengangkat tema “Bersama dalam Keberagaman, Berkarya dalam Budaya, Bersinar dalam Kreativitas”.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut. Ia berharap kemeriahan karnaval dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.
“Mudah-mudahan ini mempunyai multiplier effect bagi perekonomian, khususnya di Kelurahan Sukoharjo,” ujarnya.
Ketua Pokmas Bintang Bersinar sekaligus Ketua Panitia Asoka Carnival, Harianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong kreativitas masyarakat.
“Selain itu, untuk meningkatkan kreativitas partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni budaya, memperkenalkan potensi pariwisata dan produk unggulan di tingkat kelurahan, serta mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat,” papar Harianto.
Parade dimulai dari lapangan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Probolinggo. Peserta kemudian bergerak menyusuri Jalan KH Hasan Genggong hingga Patung Sapi di Jalan Sunan Kudus.
Musik dug-dug Jagad Sari membuka rangkaian pertunjukan dengan iringan musik, penyanyi, dan penari. Sebelum parade berlangsung, pemuda dan pemudi Sukoharjo lebih dulu menampilkan peragaan busana batik disertai pemaparan mengenai batik oleh Sumaryono.
Beragam kesenian kemudian tampil sepanjang karnaval. Di antaranya tari kreasi TP PKK dan kader Posyandu, Sorote Lintang Cahyaning Nusantara, Perahu Layar, budaya Betawi, serta Jaran Bodag Bersolek. Penampilan lain meliputi Budaya Nusantara, drama perjuangan, atraksi Putra Madura Bersatu, tarian Roro Jonggrang Tengger Bromo, dan sejumlah tari kreasi.
Pengurus TP PKK Kelurahan Sukoharjo juga tampil dengan pakaian adat bertema Bhinneka Tunggal Ika yang dibuat menggunakan bahan daur ulang.
“Ini full daur ulang, kita buat sendiri dari Pokja 2 Kelurahan Sukoharjo. Pembuatannya memakan waktu sekitar satu minggu,” tutur Sekretaris Pokja 2 TP PKK Kelurahan Sukoharjo, Ima.
Semarak karnaval sekaligus dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Koordinator UMKM Kelurahan Sukoharjo, Misti Aryani, menyebut sejumlah produk yang dibawa antara lain batik, peyek, keripik, dan berbagai makanan.
“Untuk menyemarakkan, sekarang semakin meriah ya, jadi UMKM juga ikut memeriahkan. Kami membawa produk batik dari UMKM Sukoharjo, peyek, keripik, serta bermacam-macam makanan,” jelas Misti.
Salah satu kuliner yang ditonjolkan adalah kue bolen yang disebut sebagai makanan khas Sukoharjo.
“Kalau yang saya bawa sekarang ada kue bolen. Bolen ini memang spesial disini, spesial khas Sukoharjo,” ujarnya.












