Dalam Negeri

Polri Kerahkan 200 Perwira dan Bhabinkamtibmas Cegah Karhutla di Empat Polda

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

Polri Kerahkan 200 Perwira dan Bhabinkamtibmas Cegah Karhutla di Empat Polda

Sebarkan artikel ini
Polri menerjunkan 200 peserta didik bersama Bhabinkamtibmas ke empat Polda prioritas untuk mencegah karhutla melalui edukasi, pemetaan, bantuan pemadaman hingga Shalat Istisqa.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Polri memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerjunkan 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas ke empat Polda prioritas sejak 27 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah karhutla sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas turun langsung menemui warga dengan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi dari rumah ke rumah, pembagian masker, bantuan kemanusiaan, pemetaan wilayah rawan, koordinasi lintas sektor, hingga membantu penanganan titik api.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Di tengah kondisi kemarau, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan sosial dan spiritual. Polri bersama masyarakat menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di satu wilayah. Peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak ke daerah yang dinilai rawan karhutla dengan menyesuaikan kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.

Kalbar Jadi Wilayah dengan Kegiatan Terbanyak

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan pelaksanaan kegiatan yang cukup masif. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.

Personel tersebut terdiri atas 68 mahasiswa S2 PTIK, tujuh peserta didik Sespimma, dan 29 siswa Setukpa. Hingga saat ini, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.

Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan, dan sosialisasi secara dialogis. Selain itu, terdapat 16 kegiatan koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan serta kesehatan, tujuh kegiatan bantuan fisik dan pemadaman, serta tiga kegiatan spiritual dan kultural.

Di lapangan, peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi masyarakat secara langsung untuk menyampaikan bahaya pembakaran lahan. Mereka juga membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu menangani titik api.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat melalui Transformasi Presisi

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong lahirnya deklarasi komitmen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng Padukan Edukasi dan Penanganan Titik Api

Di Kalimantan Tengah, sebanyak 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran. Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan.

Kegiatan tersebut meliputi 16 edukasi, penyuluhan, dan imbauan, tujuh kegiatan pemetaan titik panas atau hotspot serta koordinasi lintas instansi, dan empat kegiatan bantuan pemadaman.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, dampak terhadap kesehatan, serta konsekuensi hukum, peserta didik juga turut membantu jajaran kewilayahan ketika menemukan titik api.

Sumsel Sasar Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah

Sementara itu, di Sumatera Selatan, 38 peserta didik diterjunkan ke sembilan wilayah Polres jajaran. Mereka telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan, dan imbauan kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui kunjungan dari rumah ke rumah, kelompok tani, rumah ibadah, hingga talkshow radio.

Satgas juga membagikan masker dan bantuan sembako, memasang poster, menyebarkan pamflet, memantau hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman, serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim Gelar Edukasi hingga Shalat Istisqa

Di Kalimantan Timur, sebanyak 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilaksanakan, terdiri atas tujuh edukasi dan penyuluhan, tiga kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, tiga kegiatan spiritual dan doa bersama, serta tiga kegiatan sinergi antarlembaga dan peningkatan kapasitas personel.

Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah Shalat Istisqa dan doa bersama. Kegiatan tersebut digelar bersama unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, serta wilayah Berau.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nganjuk Gelar Bakti Religi di Lima Rumah Ibadah

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta terkait pemetaan wilayah rawan serta langkah mitigasi karhutla.

Empat Polda Catat 175 Kegiatan

Secara keseluruhan, empat Polda prioritas telah melaksanakan 175 kegiatan lapangan. Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Rinciannya, Kalimantan Barat dengan 104 peserta didik melaksanakan 91 kegiatan, termasuk 55 kegiatan edukasi dan penyuluhan. Kalimantan Tengah dengan 48 peserta didik menggelar 27 kegiatan, dengan 16 di antaranya berupa edukasi dan penyuluhan.

Sumatera Selatan dengan 38 peserta didik melaksanakan 41 kegiatan, termasuk 19 kegiatan edukasi dan penyuluhan. Sedangkan Kalimantan Timur dengan 10 peserta didik melaksanakan 16 kegiatan, dengan tujuh kegiatan berupa edukasi dan penyuluhan.

Polri Pastikan Pencegahan Karhutla Terus Berjalan

Karo Penmas Polri menegaskan, pengerahan peserta didik tersebut merupakan bagian dari langkah cepat dan menyeluruh untuk merespons ancaman karhutla.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, bentuk kegiatan di setiap daerah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

Menurutnya, langkah pencegahan dilakukan secara beragam, mulai dari edukasi dari rumah ke rumah, pembagian masker, bantuan kepada masyarakat, pemetaan wilayah, penanganan titik api, hingga pelaksanaan Shalat Istisqa bersama masyarakat di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla,” katanya.

Ia menambahkan, kedekatan aparat dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran sekaligus mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.

Baca Juga  Cegah Api Karhutla Gunung Wilis Kembali Menyala, Pemkab Kediri Terjunkan Tim Pemantau

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan, dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar,” tegasnya.

Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan wilayah, koordinasi lintas sektor, pemadaman, hingga penegakan hukum.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Dari rumah ke rumah hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus memperkuat upaya pencegahan karhutla bersama masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Desakan Evaluasi Pemerintah Terus Bergulir Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesejahteraan rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin,…

Berita

80 Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari Indeks Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi rencana Morgan…