Jember, Jatimmandiri.id – Inorga Indonesia Off-Road Federation (IOF) Jember terus mengintensifkan persiapan delapan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur III yang akan berlangsung di Jember pada November 2026.
Meski belum memiliki venue latihan sendiri, para joki offroader IOF Jember tetap menjalani latihan secara rutin. Mereka memanfaatkan fasilitas Warung Pak Lek di kawasan Tegal Besar, Jember, untuk mengasah kemampuan mengendalikan mobil off-road remote control.
Latihan kembali digelar Minggu malam (23/8/2026). Para joki secara bergantian memacu mobil RC di lintasan sepanjang sekitar 50 meter dengan medan berkelok. Kondisi lintasan menuntut ketepatan, kecepatan, keterampilan, sekaligus kemampuan mengendalikan remote control.
Ketua Inorga IOF Jember, Bayu Badriyanto, mengatakan delapan atlet disiapkan untuk turun dalam empat nomor pertandingan di Forprov Jatim III. Nomor tersebut antara lain kelas 1.9, FFA, Hard Body Rincing, serta Hard Body Non Rincing yang akan diajukan kepada PB IOF.
“Untuk menghadapi Forprov Jatim III di Jember, kami sudah menyiapkan delapan atlet diantaranya : Felik, Yudi Andika , Pensopendi, lek Eko, Yuli, Yoyok dan Mirsa.
“Saat ini kami terus melakukan pemusatan latihan, termasuk bekerja sama dengan Warung Pak Lek di kawasan Tegal Besar karena kami memang belum memiliki tempat latihan sendiri,” ujar Bayu usai memantau latihan para atlet.
IOF Jember sebenarnya berharap dapat memanfaatkan kawasan Alun-Alun Jember sebagai lokasi latihan sekaligus sarana memperkenalkan olahraga off-road remote control kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami ingin olahraga off-road remote control ini semakin dikenal kaum milenial dan Gen Z. Delapan atlet yang kami miliki saat ini sebagian sudah dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing. Padahal olahraga ini tidak mengenal batasan usia,” jelasnya.
Bayu berharap olahraga tersebut semakin populer di kalangan generasi muda sehingga Jember memiliki regenerasi atlet yang berkelanjutan. Delapan atlet IOF Jember diketahui telah bergabung sejak 2017 sehingga memiliki pengalaman cukup panjang dalam cabang olahraga tersebut.
Dengan pengalaman tersebut, Bayu optimistis timnya mampu meraih hasil maksimal. Target dua medali emas yang sebelumnya dicanangkan Ketua KORMI Jember bahkan ingin ditingkatkan IOF Jember menjadi empat medali emas atau menyapu bersih seluruh nomor yang diikuti.
“Kami optimistis Inorga IOF bisa sapu bersih empat emas,” tegasnya.
Optimisme itu diperkuat catatan prestasi IOF Jember. Pada Forda Jatim di Surabaya pada 2024, tim ini meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Pada kejurnas di Palembang, salah satu atletnya juga berhasil meraih emas di nomor FFA.
Prestasi kembali ditunjukkan pada Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang berlangsung April lalu. Tim off-road mobil RC Jember berhasil membawa pulang satu emas, dua perak, dan satu perunggu.
Bayu mengakui persaingan pada Forprov Jatim III diperkirakan ketat. Surabaya menjadi salah satu pesaing yang paling diperhitungkan. Secara keseluruhan, sekitar 10 Inorga IOF di Jawa Timur akan berpartisipasi, di antaranya Malang, Bojonegoro, Tulungagung, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Jember, dan Banyuwangi.
Untuk venue pertandingan Forprov Jatim III, IOF Jember berencana menyiapkan lintasan di kawasan wisata perkebunan Kalijompo, Desa Pakis.
Sebagai tuan rumah, IOF Jember berharap pelaksanaan Forprov tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi dukungan publik, tetapi juga menjadi momentum mengenalkan olahraga off-road remote control sekaligus mendorong regenerasi atlet di Jember.
“Kami berharap untuk menghadapi Forprov Jatim di Jember mohon ada suport berupa pengadaan alat mekanik, seperti RC, Batery, Ban. yang harganya juga lumayan bisa mencapai 15 jutaan,” pungkas Bayu.












