Beritaꦧꦸꦢꦪ

Game Atlantis Dirancang Bukan Sekadar Kota

Editor: ibn
×

Game Atlantis Dirancang Bukan Sekadar Kota

Sebarkan artikel ini
Salah satu adegan dalam game “Atlantis Rise Of The Java Sea” yang dibangun oleh AI META Group. Foto: AI META Group
Example 468x60

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno

Atlantis tidak dibangun sekadar sebagai kota digital, tetapi sebagai peradaban dengan masyarakat, ekonomi, budaya, teknologi, kekuasaan, konflik, dan alam. Tantangan itu dihadapi AI META Group saat mengembangkan game Atlantis melalui pendekatan world-building yang merancang kehidupan di balik setiap bangunan.

————————————–

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Membangun Atlantis tidak cukup dengan menghadirkan kota besar, istana megah, dan laut, kemudian memberinya nama peradaban yang hilang. Developer harus menjawab bagaimana masyarakat hidup hingga kekuasaan dan teknologi bekerja dalam dunia tersebut.

Direktur PT Meta Artificial Technology atau AI META Group, Iwan Setiady, ST, mengatakan Atlantis menarik dikembangkan karena kisahnya berada di antara sejarah, misteri, ilmu pengetahuan, dan kemungkinan.

“Atlantis adalah salah satu misteri peradaban terbesar dunia. Sampai hari ini keberadaannya masih menjadi perdebatan. Tetapi justru di situlah daya tariknya. Ada ruang yang sangat besar bagi ilmu pengetahuan, penelitian, teknologi, budaya, dan kreativitas untuk bertemu,” kata Iwan.

Karena itu, Atlantis versi AI META Group tidak dimaksudkan sebagai rekonstruksi sejarah yang mengklaim seluruh detailnya sebagai fakta. Dunia tersebut merupakan interpretasi kreatif berbasis riset dan berbagai hipotesis yang kemudian dikembangkan menjadi game.

“Game ini tidak dibangun untuk memaksa orang mempercayai satu teori sejarah. Yang ingin dibangun adalah pengalaman yang membuat orang bertanya, mencari tahu, membaca, membandingkan, dan melihat bahwa Indonesia memiliki sejarah geografis dan kebudayaan yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Tantangan terbesar kemudian muncul ketika developer mulai membangun kehidupan di dalam Atlantis. Mereka harus menjawab sejumlah pertanyaan mendasar. Seperti apa masyarakatnya, bagaimana mereka hidup, serta bagaimana bentuk kota dan permukimannya?

Pertanyaan berikutnya menyangkut sistem transportasi dan perdagangan, sumber energi, teknologi, hubungan manusia dengan alam, sistem kekuasaan, hingga perkembangan kepercayaan masyarakat. Termasuk apa yang mereka makan dan takutkan.

Baca Juga  Nasabah Apresiasi Layanan BRI

Rangkaian pertanyaan itulah yang membuat pembangunan Atlantis menggunakan pendekatan world-building, bukan sekadar pembuatan latar permainan.

Dunia Atlantis dirancang mempunyai ekosistem. Pemain nantinya tidak hanya melihat bangunan, tetapi merasakan adanya kehidupan di balik bangunan tersebut. Ada masyarakat, ekonomi, budaya, teknologi, kekuasaan, kepentingan, konflik, dan alam. Seluruhnya menjadi bagian dari sebuah peradaban yang perlahan bergerak menuju titik penentunya.

Salah satu pembeda konsep tersebut adalah sudut pandang yang digunakan. AI META Group mengeksplorasi kemungkinan sebuah peradaban tropis-maritim di kawasan yang secara geografis dan ekologis memiliki kedekatan dengan dunia kepulauan.

Pendekatan itu tidak berarti seluruh kebudayaan Indonesia modern dipindahkan begitu saja ke masa Atlantis. Dalam desain peradaban tersebut, laut bukan sekadar batas, tetapi menjadi penghubung. Pelabuhan menjadi pusat kehidupan, sedangkan perdagangan menghubungkan berbagai wilayah.

Air, hutan, gunung, sungai, pertanian, permukiman, jalur perdagangan, sumber daya alam, dan kehidupan masyarakat juga menjadi bagian dari desain peradaban. Dengan pendekatan tersebut, Atlantis tidak harus terasa seperti kota Eropa yang dipindahkan ke Asia Tenggara. Developer ingin Atlantis mempunyai jiwanya sendiri. Kehidupan yang dibangun itu pula yang nantinya ditemui pemain.

Atlantis tidak langsung hadir sebagai reruntuhan. Pemain justru memasuki peradaban ketika pelabuhan masih ramai. Kapal-kapal datang membawa barang dari berbagai wilayah, pasar dipenuhi masyarakat, dan pusat pengetahuan masih berfungsi. Para pemimpin masih memegang kekuasaan. Teknologi berkembang dan masyarakat percaya peradaban mereka akan terus bertahan. Kemudian, sedikit demi sedikit, sesuatu berubah.

Air perlahan menjadi ancaman. Cuaca berubah, bencana mulai terjadi, dan ketegangan sosial meningkat. Peradaban yang merasa dirinya begitu kuat mulai berhadapan dengan sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan, yakni alam.

Baca Juga  Pengemudi Ojol Berstatus UMKM

Konflik pun tidak harus hadir dari satu kerajaan atau satu tokoh antagonis. Ancaman dapat muncul dari berbagai arah sekaligus. Manusia melawan alam. Kekuasaan melawan kepentingan masyarakat. Kemajuan melawan keserakahan. Teknologi melawan kebijaksanaan.

Ada pula kelompok yang ingin mempertahankan keadaan berhadapan dengan mereka yang melihat datangnya perubahan. Pada akhirnya, sebuah peradaban harus melawan waktu.

Dalam dunia tersebut, pemain dapat menjelajahi wilayah, berinteraksi dengan masyarakat, menemukan artefak, mempelajari pengetahuan, membuka wilayah baru, mengambil keputusan, dan menghadapi konflik.

Dari sanalah konsep Atlantis dibangun lebih jauh daripada sekadar perjalanan pemain dari satu level menuju level berikutnya. Atlantis dirancang menjadi sebuah dunia. Sedangkan dunia  itu memiliki masyarakat, ekonomi, budaya, teknologi, kekuasaan, kepentingan, konflik, dan alam. Sebuah peradaban yang masih hidup, sebelum perlahan bergerak menuju titik penentunya. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri, Bank UMKM Jatim membawa sejumlah mitra binaan menembus pasar internasional melalui Misi Dagang Jatim-Arab Saudi dan memperluas…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri KPK mendalami dugaan aliran setoran dari Kantor Pertanahan (Kantah) hingga tingkat pusat Kementerian ATR/BPN dalam perkara dugaan…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Densus 88 Antiteror Polri menangkap 12 tersangka dugaan terorisme dalam rangkaian penegakan hukum di enam provinsi sejak…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Anomali cuaca membuat banjir rob dan kekeringan terjadi bersamaan di sejumlah wilayah di Jatim. BMKG Maritim Tanjung…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Tinggalkan euforia kemenangan 9-2 atas Bangladesh, Kamis lalu (1/10). Kemenangan penting wajib diraih Timnas Indonesia kala menghadapi…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Bupati Malang M. Sanusi mengharapkan Duta Pancasila dapat memperkuat karakter kebangsaan dan mendorong generasi muda menjadi teladan….