Surabaya, Jatim Mandiri
Kemenag Kota Surabaya berencana menerapkan program “Tilawah Go To School” di sekolah-sekolah di Surabaya. Hal ini menjadi lanjutan program seiring pelaksanaan perdana di MIN 1 yang berjalan lancar.
“Penyelenggaraan sudah berjalan dengan baik. Dan apabila penyelenggaraan sukses dan berjalan baik, kami akan menyelenggarakan hal yang sama di semua sekolah di Surabaya,” kata Kepala Kankemenag Kota Surabaya Muhammad Muslim, Rabu (19/8).
Program pembelajaran Al-Qur’an akan memprioritaskan sekolah negeri, namun peluang penerapan di sekolah swasta tetap terbuka. “Prioritas memang sekolah negeri, tapi tidak menutup kemungkinan diterapkan di swasta juga,” lanjutnya.
Program “Tilawah Go To School” merupakan kolaborasi MIN 1 Kota Surabaya dengan “Kota Tilawah” di bawah pembinaan KUA Kecamatan Rungkut. Sebanyak lima guru Al-Qur’an terpilih menjadi tim pengajar utama setelah melalui proses seleksi terbuka yang diikuti 36 guru.
Muslim meminta para pengajar memberikan pembelajaran berkualitas dengan pendekatan yang ramah anak. “Pengajaran Al-Qur’an bukan sekadar mentransfer cara membaca, tetapi membangun karakter dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Berikan bimbingan terbaik, gunakan pendekatan yang ramah anak, dan pastikan kualitas tajwid serta fashohah siswa terbangun dengan kokoh,” tegas Muslim.
Untuk menjaga konsistensi pembelajaran, Muslim mendorong pembentukan Tim Buku Metode Pengajaran Al-Qur’an. Tim tersebut diharapkan menyusun panduan, kurikulum, dan standar materi pembelajaran.
Kepala KUA Kecamatan Rungkut Mohammad Ali mengatakan program tersebut merupakan rintisan untuk membangun ekosistem masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an. “Program ini merupakan rintisan awal. Ke depan, ekspansi gerakan ini nantinya tidak hanya menyasar institusi sekolah (Tilawah Go To School), melainkan akan dikembangkan secara masif menuju sektor perkantoran melalui ‘Tilawah Go To Office’ serta lingkungan perguruan tinggi lewat ‘Tilawah Go To Campus’. Kita ingin membangun ekosistem masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an di setiap lini kehidupan,” ujar Ali.
Peluncuran program ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara MIN 1 Kota Surabaya dan KUA Kecamatan Rungkut sebagai payung hukum pelaksanaan kegiatan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan visitasi Muslim bersama Kepala MIN 1 Kota Surabaya dan Kepala KUA Kecamatan Rungkut ke sejumlah kelas.
Mereka meninjau langsung proses pembelajaran Al-Qur’an serta berinteraksi dengan siswa dan guru untuk memastikan pelaksanaan perdana berjalan tertib dan lancar. (*/ibn)












