Jember, Jatimmandiri.id – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Jember mendapat angin segar. Pemerintah pusat melalui APBN 2026 menyiapkan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk melanjutkan pembangunan ruas Jombang, Gumukmas hingga Puger yang sempat terhenti.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Bunga Desaku di Kecamatan Puger, Minggu (16/8/2026).
Menurut Gus Fawait, pekerjaan JLS di sejumlah titik tersebut dijadwalkan kembali berjalan pada akhir 2026.
“Pemerintah pusat melalui APBN 2026 sudah mengalokasikan sekitar Rp3 triliun untuk melanjutkan pembangunan JLS. Insyaallah pembangunan akan kembali dikerjakan pada akhir tahun 2026,” ujar Gus Fawait.
Ia menilai keberlanjutan pembangunan JLS memiliki arti strategis bagi Jember karena jalur tersebut menjadi bagian dari konektivitas kawasan selatan Pulau Jawa yang menghubungkan Banyuwangi hingga Lumajang.
Dengan kembali dikerjakannya JLS, Gus Fawait berharap akses transportasi di kawasan selatan Jember semakin lancar. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak terhadap kelancaran distribusi barang dan jasa serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau JLS ini tersambung, distribusi barang dan jasa akan semakin mudah. Ini juga akan membuka pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Jember,” katanya.
Selain mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, keberadaan infrastruktur JLS juga diyakini dapat meningkatkan daya tarik investasi di kawasan selatan.
Gus Fawait menilai pembangunan infrastruktur yang semakin baik akan memberikan kepastian akses bagi investor untuk mengembangkan usaha. Terlebih, kawasan selatan Jember memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari sektor perdagangan, pertanian, perikanan hingga pariwisata.
“Tidak hanya berdampak pada konektivitas, pembangunan JLS juga akan meningkatkan keinginan investor untuk berinvestasi di kawasan selatan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap kelanjutan pembangunan JLS dapat menjadi momentum untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan.












