Intisari Berita:
- Pemprov Jatim gelar rangkaian Pasar Murah ke-95 di dua titik Surabaya: Balai RW 02 Krembangan Bhakti dan Halaman SMA Khadijah.
- Gubernur Khofifah Indar Parawansa tegaskan subsidi bahan pokok ditujukan untuk penetrasi inflasi dan memperluas pasar UMKM lokal.
- Total transaksi tembus Rp151,3 juta dengan rincian omzet Bapok dan UMKM ludes terjual, disertai penyerahan bantuan bagi tukang sapu jalan.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperluas jangkauan stabilisasi pangan masyarakat melalui gelaran pasar murah. Memasuki rangkaian penyelenggaraan yang ke-95 kalinya, langkah intervensi ekonomi ini difokuskan untuk mendekatkan pasokan komoditas pokok bersubsidi langsung ke kantong-kantong permukiman warga di Kota Surabaya.
Pelaksanaan pasar murah putaran ke-95 tersebut dipusatkan secara serentak di dua lokasi strategis, yakni di Balai RW 02 Krembangan Bhakti, Kecamatan Krembangan, serta Halaman SMA Khadijah, Kecamatan Wonokromo. Kegiatan ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim pada Minggu (16/8/2026).
“Ini sebetulnya rangkaian kalau pasar murah yang ke-95. Dan kita selalu memaksimalkan ikhtiar untuk mendekatkan penjangkauan kepada konsumen di titik terdekat dengan lokasi mereka,” ujar Khofifah saat ditemui di lokasi kegiatan di SMA Khadijah Surabaya.
Komoditas Pangan Bersubsidi dan Strategi Pengendalian Inflasi
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa melalui skema pasar murah ini, masyarakat dapat memperoleh dan membandingkan aneka komoditas pangan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Seluruh bahan pangan yang disediakan telah mendapatkan intervensi subsidi harga langsung dari anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Adapun ragam kebutuhan pokok yang disediakan dan dilaporkan ludes terjual habis diborong warga meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng (Minyakita), gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam, aneka cabai, hingga produk olahan jajanan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Khofifah menggarisbawahi bahwa perhelatan ini didesain berdampingan dengan para pelaku usaha mikro agar tercipta efek berganda (*multiplier effect*) bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat instrumen pengendalian inflasi daerah.
“Dan tentu harapan kita ini menjadi bagian dari penetrasi inflasi di setiap titik di mana kita melaksanakan pasar murah,” tegas Khofifah seraya menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka jalan bagi UMKM lokal merambah pasar yang lebih luas dan berskala besar.
Rekapitulasi Data Transaksi Disperindag Jatim: Tembus Rp151,3 Juta
Berdasarkan pencatatan resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, antusiasme masyarakat tercermin dari tingginya angka perputaran dana di kedua lokasi pelaksanaan:
1. Lokasi Balai RW 02 Krembangan Bhakti (Kecamatan Krembangan)
- Transaksi Bahan Pokok (Bapok): Rp68.210.000
- Transaksi UMKM: Rp6.513.000
- Total Transaksi: Rp74.723.000
2. Lokasi Halaman SMA Khadijah (Kecamatan Wonokromo)
- Transaksi Bahan Pokok (Bapok): Rp68.210.000
- Transaksi UMKM: Rp8.446.500
- Total Transaksi: Rp76.656.500
Secara kumulatif, total nilai transaksi dari penjualan bahan pokok bersubsidi dan produk UMKM di dua titik tersebut berhasil membukukan angka sebesar Rp151.379.500.
Aksi Kepedulian Sosial bagi Pasukan Kuning Surabaya
Di sela-sela peninjauan stan komoditas dan interaksi bersama warga, Gubernur Khofifah turut menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepada sejumlah petugas kebersihan jalan (tukang sapu jalan) yang bertugas di wilayah Surabaya.
Pemberian tali asih tersebut disambut haru oleh para penerima manfaat di lapangan, salah satunya Wanto, pekerja sapu jalan yang bertugas di sekitar lokasi kegiatan.
“Terima kasih Bu Gubernur Khofifah. Kami bersyukur atas kepedulian Ibu Gubernur kepada kami. Kami akan selalu mendoakan Ibu,” tutur Wanto penuh syukur.












