Mojokerto, Jatimmandiri.id – Insiden kecelakaan adu banteng antarsepeda motor kembali menelan korban jiwa di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Tiga nyawa melayang seketika dalam peristiwa tragis yang terjadi di Jalan Randubango, Kecamatan Mojosari, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kecelakaan maut tersebut melibatkan sepeda motor Honda GL 100 bernopol AG 3919 VCO yang dikendarai M Ulul Adianto (22), warga Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Sementara dari arah berlawanan, melaju Honda Supra tanpa nomor polisi yang dikendarai Rahmad Wahyudi Sugiharto (21), warga Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, dengan membonceng Hairul Sanbau (31), warga asal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Jeepsal Putra Pratama, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika pengendara Honda GL 100 melaju dari arah utara menuju selatan dan berupaya menyalip kendaraan di depannya.
“Motor Honda GL mendahului dari sebelah kanan kendaraan sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya yang berjalan di depannya. Pada saat yang bersamaan berjalan dari arah selatan motor Supra, karena jarak sudah dekat akhirnya kedua kendaraan saling bertabrakan dan terjadilah laka lantas,” kata Jeepsal, Minggu (16/8/2026).
Kerasnya benturan antarkendaraan tak terelakkan hingga mengakibatkan pengendara beserta penumpang dari kedua sepeda motor tersebut tewas di lokasi kejadian.
“Tiga korban langsung meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Tiga jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Soekandar Mojosari,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, pihak kepolisian menduga kuat kecelakaan lalu lintas ini dipicu oleh kelalaian pengendara Honda GL 100 saat mendahului.
“Diduga karena kurang hati-hatinya atau lalainya pengendara Honda GL 100 pada saat berkendara kurang memperhatikan arus lalu lintas yang berada di depannya sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.












