Kediri, Jatimmandiri.id – Bagi warga Kediri Raya, khususnya masyarakat Bandar Lor dan sekitarnya, nama Warkop Mbah Usup tentu sudah tidak asing.
Berada di Jalan Penanggungan Gang II, Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, warung kopi sederhana ini menjadi salah satu tempat ngopi yang telah melekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Warkop Mbah Usup memiliki cerita panjang dalam perjalanan kuliner kopi di Kota Kediri.
Warung ini kini telah memasuki generasi penerus kedua. Setelah melewati perjalanan panjang dari masa Mbah Usup, keberlanjutan warkop tersebut kini diteruskan oleh Pak Pakyet, yang tetap mempertahankan suasana sederhana dan karakter khas Warkop Mbah Usup.
Berada di sebuah gang kecil, Warkop Mbah Usup menawarkan suasana sederhana yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
Bangku kayu, lampu temaram, serta aroma kopi hitam menghadirkan suasana warung kopi tempo dulu.
Salah satu pengunjung, Iyon, mengaku Warkop Mbah Usup memiliki daya tarik tersendiri karena suasananya yang sederhana dan sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat.
“Di sini suasananya sederhana, tapi justru itu yang membuat nyaman. Banyak orang datang bukan hanya untuk ngopi, tetapi juga ngobrol dan bertemu teman,” ujar Iyon, Jumat (14/8/2026).
Selain kopi hitam dan kopi susu khas Mbah Usup, tersedia pula beragam menu makanan dan minuman.
Mulai dari gorengan hangat, lodeh ayam, bali ayam, bening ati, hingga ayam geprek.
Untuk minuman, pengunjung dapat memilih es teh, es jeruk, es Josua, es janggelan, hingga es tape.
Harga yang ditawarkan juga dikenal ramah di kantong. Dengan pilihan menu yang terjangkau, Warkop Mbah Usup menjadi tempat yang cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga yang sekadar ingin menikmati kopi sambil berbincang bersama teman.
Warkop Mbah Usup buka Senin hingga Sabtu, mulai pagi hingga malam dan terkadang berlanjut sampai dini hari. Sementara pada Minggu, warung ini tutup.
Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, Warkop Mbah Usup tetap mempertahankan identitasnya sebagai warung kopi sederhana yang sarat cerita.
Kini, di tangan penerus generasi kedua, Pakyet, tradisi ngopi yang telah diwariskan dari Mbah Usup terus dijaga agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bandar Lor dan Kota Kediri.












