Mojokerto, Jatimmandiri.id – Tragedi maut merenggut tiga nyawa sekaligus di jalan pedesaan Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (12/8/2026) malam.
Insiden berdarah yang melibatkan dua sepeda motor jenis Honda Scoopy dan Honda CBR ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB usai keduanya terlibat benturan keras dari arah berlawanan.
Kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan Honda Scoopy bernomor polisi S 2331 NJM dan Honda CBR bernopol S 5108 NBQ.
Tiga korban jiwa dalam peristiwa tragis ini adalah Annur Widya Febrianti (18), warga Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, dan Lidiya Nataliya (17), warga Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu. Keduanya merupakan pengendara dan pembonceng sepeda motor Honda Scoopy.
Sementara itu, satu korban tewas lainnya adalah Siswanto, warga Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, yang mengendarai Honda CBR.
Adapun rekan boncengannya, Suliswanto, warga Desa Bening, Kecamatan Gondang, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Glagah, Pacet, untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Menurut kesaksian warga sekitar, Arif Yulianto, peristiwa mengenaskan itu bermula saat Honda CBR melaju cepat dari arah barat (Desa Wonoploso) menuju timur (Desa Kebontunggul).
Di saat bersamaan, Honda Scoopy melintas dari arah sebaliknya.
“Ceritanya tadi adu banteng. Motor Scoopy lawan motor sport,” ungkap Arif saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Arif menambahkan bahwa kedua sepeda motor sama-sama menumpangi dua orang.
Dua perempuan yang mengendarai Honda Scoopy diketahui merupakan buruh pabrik yang hendak berangkat bekerja.
“Yang motor sport dari arah barat yang Scoopy dari timur,” katanya.
“Sama-sama boncengan yang cewek ini karyawan PT Bonvas mau bekerja, yang CBR dua cowok,” terangnya menambahkan.
Kerasnya hantaman membuat para penumpang terlempar dan langsung tergeletak di jalanan.
Tiga di antaranya meninggal dunia seketika di lokasi akibat luka berat yang dialami.
“Kondisi korban tadi kayaknya yang Scoopy meninggal dunia keduanya yang motor sport juga meninggal dunia,” lanjut Arif.
Selain berada di lintasan lurus yang melintasi kawasan perladangan jagung, kondisi penerangan jalan di lokasi kejadian diketahui sangat minim akibat lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam.
“Iya jalan gelap karena ada lampu PJU yang mati. Kemarin sudah ada perbaikan. Ini jalan ya gelap,” pungkasnya.
Tak lama setelah laporan diterima, petugas dari Polsek Gondang langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi para korban.
Dua bangkai kendaraan yang ringsek kini telah diamankan sebagai barang bukti.
Kasus kecelakaan maut ini ditangani langsung oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto guna mengusut tuntas penyebab pasti insiden tersebut. (ayu/alf)












