Gaya Hidup

Fahira Almira Unggahannya Usus Buntu Ditanggapi Menkes

×

Fahira Almira Unggahannya Usus Buntu Ditanggapi Menkes

Sebarkan artikel ini
Fahira Almira yang tengah jadi sorotan akibat unggahannnya terkait usus buntu.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Fahira Almira pernah menjadi sorotan publik setelah membagikan pengalaman medisnya terkait diagnosis usus buntu. Unggahannya ramai diperbincangkan karena ia mengaku mendapat diagnosis berbeda setelah mencari second opinion ke rumah sakit di Penang, Malaysia.

Fahira sebelumnya mengungkap bahwa tiga rumah sakit di Indonesia mendiagnosis dirinya mengalami usus buntu dan merekomendasikan operasi. Karena merasa panik dan ingin memastikan kondisi kesehatannya, ia kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan di Penang.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hasil pemeriksaan yang diceritakan Fahira justru berbeda. Ia mengaku tidak memerlukan operasi dan mendapatkan penjelasan mengenai kondisi appendix yang berbeda dari pemeriksaan sebelumnya.

Pengalaman tersebut kemudian menuai respons luas karena dianggap berpotensi membandingkan layanan kesehatan Indonesia dengan Malaysia. Sorotan bertambah setelah muncul dugaan konten tersebut berkaitan dengan promosi rumah sakit di Penang. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai adanya endorsement antara Fahira dan rumah sakit tersebut.

Fahira Tegaskan Bukan Saran Medis

Setelah polemik berkembang, Fahira memberikan penjelasan bahwa apa yang disampaikannya merupakan pengalaman pribadi, bukan ajakan bagi masyarakat untuk mengabaikan diagnosis dokter.

“Ini murni cerita dan pengalaman pribadi aku, bukan diagnosis atau saran medis untuk orang lain. Hanya berbagi perjalanan yang aku alami, bukan mencari siapa yang salah, siapa yang benar,” ujar Fahira.

Ia bahkan mengingatkan masyarakat yang telah didiagnosis mengalami usus buntu agar tidak menjadikan pengalamannya sebagai patokan untuk menunda tindakan medis.

“Untuk teman-teman yang sudah didiagnosis usus buntu dan membutuhkan segera dilakukan operasi, ikuti arahan dokter dan jangan menunda operasi jika sudah direkomendasikan,” tegasnya.

Menkes Ikut Merespons

Polemik tersebut akhirnya mendapat perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Saat pertama kali dimintai tanggapan, Budi mengatakan belum melihat langsung konten Fahira dan akan mengeceknya terlebih dahulu.

Baca Juga  Literasi Finansial Jadi Kunci Perempuan Wujudkan Rumah Impian dan Stabilitas Keluarga

“Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari,” kata Budi.

Dalam perkembangan berikutnya, Budi menilai polemik tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di dalam negeri, bukan sekadar ajang saling menyalahkan.

“Kenapa itu bisa terjadi? Kita harus introspeksi diri. Jangan selalu apa-apa negatif, menyalahkan, itu energinya enggak positif. Memang, ya sudah kita perbaiki layanan kita supaya orang enggak ke sana,” ujar Budi.

Menurut Budi, keputusan masyarakat berobat ke luar negeri tidak selalu berkaitan dengan kualitas dokter. Pemerataan fasilitas dan peralatan medis canggih di berbagai daerah juga menjadi persoalan yang perlu dibenahi pemerintah.

Polemik Fahira pada akhirnya kembali menunjukkan bagaimana pengalaman kesehatan seorang figur publik dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik ketika dibagikan melalui media sosial. Di sisi lain, diagnosis medis tetap perlu dipahami berdasarkan kondisi klinis pasien secara menyeluruh, bukan hanya dari satu pengalaman yang beredar di media sosial.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *