Banyuwangi, Jatimmandiri.id – Tim asesor UNESCO Global Geopark (UGG) mulai melakukan revalidasi terhadap Geopark Ijen untuk menilai kelayakan kawasan tersebut mempertahankan statusnya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia UNESCO. Proses evaluasi ini menjadi penilaian perdana sejak Geopark Ijen resmi menyandang predikat UNESCO Global Geopark pada 2023.
Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, mengatakan selama berada di Banyuwangi, tim asesor yang terdiri atas Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China akan meninjau sejumlah lokasi penting, termasuk Pusat Informasi Geologi dan Geopark Ijen (PIGGI). Mereka juga akan mempelajari koleksi geologi serta mendapatkan pemaparan mengenai kekayaan warisan geologi, mulai dari batuan, fosil, hingga warisan budaya yang menjadi bagian dari nilai universal Geopark Ijen.
“Peninjauan di PIGGI menjadi bagian dari evaluasi aspek edukasi dan interpretasi dalam proses revalidasi,” kata Abdillah.
Menurut dia, proses revalidasi merupakan evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi, dan hasil evaluasi itu menentukan status Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun) atau Red Card (dicabut).
Tim asesor UGG, kata dia lagi, dijadwalkan mengunjungi sejumlah geosite di Banyuwangi, di antaranya Taman Nasional Alas Purwo, Teluk Biru, dan Teluk Pangpang.
Abdillah memaparkan revalidasi merupakan evaluasi berkala yang dilakukan UNESCO untuk memastikan pengelolaan kawasan geopark tetap memenuhi standar internasional, meliputi aspek konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Asesor juga akan mengunjungi Desa Kemiren (Banyuwangi) yang berada di kawasan Kawah Ijen dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove,” kata Abdillah.
Dia menambahkan, selain mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark, proses revalidasi juga menjadi kesempatan bagi pengelola dan pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga serta melestarikan warisan geologi dunia melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menambahkan, Geopark Ijen telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark yang merupakan warisan dunia, maka telah menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan.
“Geopark Ijen ini bukan lagi hanya milik Banyuwangi, tetapi sudah menjadi milik dunia. Oleh karena itu, melalui revalidasi ini kami ingin memperlihatkan komitmen dan upaya terbaik dalam menjaga warisan dunia ini,” ujar Ipuk.
Tim asesor UNESCO Global Geopark akan melakukan rangkaian revalidasi Geopark Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, selama lima hari, mulai Minggu (2/8) hingga Kamis (6/8) mendatang.












