Gresik, Jatimmandiri.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengawali kunjungan kerjanya di Jawa Timur dengan meresmikan kawasan hasil penataan permukiman kumuh di Kabupaten Gresik, Sabtu. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan penataan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman sebagai penunjang kualitas hidup warga.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak, sekaligus menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan di Gresik.
Ia menjelaskan penataan kawasan permukiman menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didorong pemerintah melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Herzaky, rangkaian kunjungan kerja Menko AHY di Jawa Timur pada 1-2 Agustus 2026 bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekonomi daerah.
Selain agenda di Gresik, AHY dijadwalkan menghadiri Surabaya Marathon di Kota Surabaya pada Minggu (2/8) dan mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, tokoh masyarakat, dan kalangan pesantren dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Program penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan DAK Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Kawasan seluas 8,97 hektare dengan 246 unit rumah itu ditata melalui pembangunan dan peningkatan kualitas hunian, jalan lingkungan, drainase, jaringan air minum, sanitasi, serta sistem pengelolaan persampahan secara terpadu












