Teknologi

Diaspora Indonesia Jadi Pakar AI di Balik Robot Gundam Raksasa Jepang

×

Diaspora Indonesia Jadi Pakar AI di Balik Robot Gundam Raksasa Jepang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tokyo, Jatim Mandiri – Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di dunia teknologi internasional. Prof. Pitoyo Peter Hartono, diaspora asal Surabaya yang kini berkarier sebagai profesor di Chukyo University, Jepang, diketahui menjadi salah satu pakar yang berkontribusi dalam pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI) dan kendali robot humanoid RX-78F00 Gundam.

Robot Gundam yang dikembangkan dalam proyek Gundam Factory Yokohama tersebut menjadi salah satu pencapaian teknologi robotika Jepang. Dengan tinggi hampir 18 meter, robot itu mampu melakukan berbagai gerakan kompleks berkat perpaduan teknologi mekanik, sistem kontrol, dan kecerdasan buatan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kontribusi Prof. Pitoyo berada pada pengembangan teknologi AI dan sistem kendali yang membantu robot bergerak lebih stabil, presisi, dan aman saat menjalankan berbagai rangkaian gerakan.

“Robot humanoid membutuhkan integrasi antara kecerdasan buatan dan sistem kendali agar mampu bergerak secara alami,” kata Prof. Pitoyo Peter Hartono.

Menurutnya, pengembangan robot humanoid tidak hanya mengandalkan perangkat keras yang canggih. Peran perangkat lunak, algoritma AI, dan sistem kontrol memiliki posisi yang sama penting agar robot dapat menyesuaikan keseimbangan dan koordinasi gerak secara real time.

Keterlibatan ilmuwan asal Indonesia dalam proyek tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing di lingkungan riset internasional. Proyek robot Gundam sendiri melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mencakup robotika, kecerdasan buatan, teknik elektro, hingga rekayasa mekanik.

Selain menjadi ikon budaya populer Jepang, Gundam juga dimanfaatkan sebagai sarana demonstrasi kemampuan teknologi robot humanoid modern. Berbagai inovasi yang dikembangkan melalui proyek tersebut diharapkan dapat diaplikasikan pada sektor lain, seperti industri manufaktur, layanan publik, hingga penanganan bencana.

Prof. Pitoyo menilai kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci percepatan inovasi teknologi. Menurut dia, pertukaran pengetahuan antarpeneliti dari berbagai negara membuka peluang lahirnya solusi yang lebih efektif terhadap tantangan di masa depan.

Baca Juga  Robot Humanoid Curi Perhatian di WAIC 2026, AI Mulai Masuk ke Kehidupan Sehari-hari

Keberhasilan diaspora Indonesia berkontribusi dalam proyek robot Gundam diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang sains dan teknologi. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di sektor kecerdasan buatan dan robotika, peluang bagi talenta Indonesia untuk berkiprah di tingkat global diperkirakan akan semakin terbuka.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *