Intisari Berita:
Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi mengajak kader Golkar Sumenep menjadikan Musda XI Golkar sebagai titik akhir dinamika internal demi memenangkan Pemilu 2029.
Musda XI Golkar Sumenep berjalan solid secara aklamasi; Ali Mufthi mengusulkan regenerasi kepengurusan dengan porsi 60% kader muda dan 40% kader senior.
Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi kondusivitas Musda dan mendorong pemetaan strategi politik khusus wilayah daratan dan kepulauan.
Sumenep, Jatimmandiri.id — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumenep menjadikan Musyawarah Daerah (Musda) XI sebagai momentum penting untuk mengakhiri dinamika internal sekaligus memperkuat soliditas organisasi dalam menyongsong Pemilu 2029.
Hal tersebut ditegaskan Ali Mufthi saat membuka Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep, Rabu (29/7/2026). Ia menilai suasana politik yang teduh dan musyawarah mufakat jauh lebih disukai oleh masyarakat Sumenep ketimbang konflik berkepanjangan.
“Alhamdulillah, Musda kali ini berlangsung solid, kompak, tidak ada gejolak, dan berjalan secara aklamasi. Ini menjadi modal penting bagi Golkar untuk bangkit dan kembali meraih kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2029,” kata Ali Mufthi.
Usulkan Porsi 60 Persen Pengurus Muda dan Kolaborasi Antargenerasi
Pasca-terpilihnya kepengurusan baru secara aklamasi, Ali Mufthi meminta Ketua DPD Golkar Sumenep segera menyusun struktur organisasi yang inklusif dengan memberikan porsi besar bagi generasi muda.
Ia mengusulkan komposisi kepengurusan diisi oleh 60 persen kader muda (laki-laki dan perempuan) serta 40 persen kader senior.
Beberapa catatan penting arahan Musda XI Golkar Sumenep:
-
Regenerasi dan Adaptasi Politik: Porsi mayoritas kader muda ditujukan agar partai lebih responsif terhadap perubahan politik serta mampu menggaet pemilih muda.
-
Harmoni Antargenerasi: Kader senior berperan sebagai pembimbing berpengalaman, sementara kader muda diberi ruang berinovasi dan memimpin.
-
Konsolidasi Akar Rumput: Menghilangkan sekat pasca-Musda dan memfokuskan seluruh energi partai untuk kerja politik nyata di tengah masyarakat.
“Yang tua membimbing dan menyayangi yang muda, sedangkan yang muda menghormati para senior. Kolaborasi antargenerasi inilah yang akan membuat organisasi tumbuh sehat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Pesan Bupati Sumenep: Pemetaan Strategi Daratan dan Kepulauan
Hadir dalam forum tersebut, Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi atas kelancaran dan kondusivitas Musda XI.
Fauzi mendoakan agar Golkar Sumenep mampu menambah perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.
Meski demikian, Fauzi mengingatkan agar pengurus baru segera menyiapkan pemetaan strategi politik yang matang mengingat geografis Sumenep yang unik.
“Golkar harus memetakan potensi kursi dengan baik karena wilayah Sumenep memiliki karakter yang berbeda antara daratan dan kepulauan. Strategi itu harus disiapkan sejak sekarang. Kalau Musda tidak ribut, saya yakin Golkar akan mendapat kursi pada Pemilu 2029,” ungkap Fauzi.
Agenda Musda XI turut dihadiri jajaran pengurus DPD Golkar Jatim dan Plt DPD Golkar Sumenep, di antaranya Eko Wahyudi (Bendahara DPD Jatim / Anggota DPR RI), Hery Sugiono, Achsanul Yaqin, KH Ma’ruf Syah, Mitroatin (Ketua KPPG), hingga jajaran panitia dan pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumenep.












