Jakarta, Jatim Mandiri
Sebanyak 3.693 pelajar dari 280 sekolah tingkat SMP dan SMA mengikuti Kejuaraan Esports Pelajar DKI Jakarta 2026 di GOR Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (11/10). Ajang yang melibatkan 747 tim ini menjadi wadah pembinaan atlet muda dengan tetap menekankan keseimbangan prestasi, pendidikan, dan pembentukan karakter
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha, mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan pendidikan formal saat menekuni esports. “Pelajar yang menekuni Esports perlu menjaga keseimbangan antara latihan dan pendidikan. Jadikan kompetisi ini sebagai sarana meraih prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” ujar Zuhud, dikutip dari IndoGamers, Selasa (13/10).
Menurut dia, kompetisi juga menjadi sarana membangun sportivitas, kedisiplinan, kerja sama tim, dan persaudaraan antarpelajar. Senior Vice President Community and Media Networks UniPin Global, Debora Imanuella, menilai kompetisi pelajar penting untuk menjaga regenerasi atlet esports nasional.
“Regenerasi atlet merupakan bagian penting dalam perkembangan ekosistem Esports Indonesia. Kompetisi pelajar memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta belajar mengenai disiplin dan sportivitas. UniPin berharap semakin banyak talenta muda yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi, tanpa mengesampingkan pendidikan dan pembentukan karakter,” ungkap Debora.
Kompetisi yang didukung UniPin tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang secara terarah. Dukungan sekolah, orang tua, pemerintah, dan industri diperlukan agar pembinaan esports berjalan seiring dengan pendidikan. (bib/ibn)












