Madrid, Jatimmandiri.id – Bintang Real Madrid, Vinícius Júnior, menyampaikan permintaan maaf kepada rekan setim dan para pendukung setelah menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Villarreal pada lanjutan Liga Spanyol (LaLiga), Sabtu.
Vinícius diusir dari lapangan setelah tayangan ulang melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan dirinya menarik rambut pemain Villarreal, Nathan Saliba. Insiden tersebut terjadi ketika Vinícius berlari menuju gawang lawan dalam proses terciptanya gol yang sempat ia rayakan.
Melalui unggahan di Instagram setelah pertandingan, pemain asal Brasil itu mengungkapkan penyesalannya meskipun Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan.
“Kegembiraan itu tetap ada. Saya meminta maaf kepada tim dan para penggemar,” tulis Vinícius.
Keputusan wasit memicu reaksi keras dari kubu Real Madrid. Bahkan, pelatih José Mourinho tidak menghadiri konferensi pers seusai pertandingan yang telah dijadwalkan.
Vinícius Júnior Masuk dari Bangku Cadangan
Dalam pertandingan tersebut, Vinícius tidak masuk dalam susunan pemain utama Real Madrid. Mourinho memilih Yan Diomande untuk mengisi posisi penyerang sayap setelah menilai Vinícius belum mampu menunjukkan performa terbaiknya pada musim ini.
Vinícius baru masuk pada menit ke-52 ketika kedua tim masih bermain imbang tanpa gol. Sepuluh menit kemudian, Diomande membawa Real Madrid unggul 1-0 di Stadion Santiago Bernabéu.
Vinícius kemudian sempat merasa telah menggandakan keunggulan Los Blancos menjadi 2-0. Ia menyambut umpan Jude Bellingham dan mencetak gol yang langsung dirayakan bersama rekan-rekannya. Mourinho bahkan berlari masuk ke lapangan untuk merayakan gol tersebut.
Namun, pemeriksaan VAR mengubah situasi. Tayangan ulang memperlihatkan Vinícius menarik rambut Nathan Saliba ketika keduanya berlari dalam proses serangan. Wasit Isidro Díaz de Mera akhirnya menganulir gol tersebut dan langsung mengeluarkan kartu merah untuk Vinícius.
Keputusan itu membuat Real Madrid harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Meski mendapat tekanan pada menit-menit akhir, tim asuhan Mourinho mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga laga berakhir.
Tchouaméni Pertanyakan Keputusan Wasit
Gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni, mengaku tidak memahami keputusan wasit yang berujung pada kartu merah Vinícius.
“Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi dengan para wasit, termasuk keputusan kartu merah tersebut. Saya benar-benar tidak memahaminya,” ujar Tchouaméni kepada Real Madrid TV.
Laporan resmi wasit menyebutkan bahwa Vinícius memprotes keputusan tersebut dengan berteriak dan mendekati wasit dalam sikap agresif sehingga rekan-rekan setimnya harus menahannya.
Di sisi lain, bek Villarreal, Juan Foyth, memberikan pandangan berbeda mengenai insiden tersebut. Pemain asal Argentina itu menilai Vinícius mungkin tidak bermaksud mencederai lawannya, tetapi tindakan tersebut tetap layak mendapat kartu merah.
“Saya tidak berpikir dia bermaksud menyakiti siapa pun, tetapi itu memang kartu merah,” kata Foyth.
Sanksi terhadap Vinícius dijadwalkan ditentukan oleh komite disiplin federasi sepak bola Spanyol pada pekan tersebut. Keputusan itu menjadi perhatian Real Madrid karena mereka masih harus menghadapi Sevilla pada 18 Oktober sebelum bertandang ke markas Barcelona untuk pertandingan El Clásico pada 25 Oktober.
Real Madrid Masih Tertinggal dari Barcelona
Kemenangan 1-0 atas Villarreal tetap menjadi hasil penting bagi Real Madrid meskipun mereka harus kehilangan Vinícius akibat kartu merah.
Tambahan tiga poin menempatkan Los Blancos di posisi ketiga klasemen sementara LaLiga. Mereka tertinggal satu poin dari Atlético Madrid dan enam poin dari Barcelona yang memimpin klasemen.
Real Madrid kini menghadapi tantangan untuk menjaga persaingan di papan atas, terutama menjelang rangkaian pertandingan penting. Selain mempertahankan konsistensi permainan, klub ibu kota Spanyol itu juga harus menunggu kepastian hukuman yang akan dijatuhkan kepada Vinícius Júnior setelah insiden di Bernabéu.












