Edu-Life & Sport

Unesa Bagikan 2.000 Ayam, Kembangkan Peternakan Terpadu

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Unesa Bagikan 2.000 Ayam, Kembangkan Peternakan Terpadu

Sebarkan artikel ini
Keriuhan pembagian ayam potong untuk tiap civitas akademika di Fakultas Mipa, Unesa.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pengelolaan peternakan kampus tak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuktikan hal tersebut dengan membagikan 2.000 ekor ayam potong bersih kepada civitas akademika dan warga sekitar dalam kegiatan Panen Raya di Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, yang dibagikan mulai Rabu (7/10/2026).

Program yang dikelola Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) bersama Badan Pengelola Usaha (BPU) Unesa dan unit terkait itu merupakan bagian dari pengembangan living laboratory atau laboratorium hidup. Melalui konsep tersebut, mahasiswa dapat mempraktikkan ilmu yang dipelajari di ruang kuliah sekaligus memahami pengelolaan usaha peternakan secara langsung.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rektor Unesa Nurhasan, yang akrab disapa Cak Hasan, menilai keberhasilan peternakan mandiri kampus harus diukur dari manfaatnya bagi lembaga pendidikan dan masyarakat. Menurut dia, perguruan tinggi perlu berperan lebih luas daripada sekadar menjadi pusat pembelajaran dan penelitian.

“Di balik semua program, terobosan termasuk di sektor peternakan yang kita usahakan harus benar-benar bisa memberi nilai tambah bagi lembaga, civitas, lebih-lebih bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, perguruan tinggi semestinya hadir sebagai inovator, pemecah masalah, sekaligus penggerak perubahan yang menghasilkan dampak nyata.

Wakil Rektor II Unesa Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Bachtiar Syaiful Bachri, menjelaskan bahwa fasilitas peternakan tersebut memiliki dua fungsi utama. Selain menjadi sarana praktik mahasiswa, peternakan juga dikembangkan sebagai unit bisnis profesional yang mendukung ketahanan pangan.

Pengelolaannya menerapkan pendekatan lintas disiplin. FKP berkontribusi pada riset peternakan dan produksi pangan, sedangkan fakultas lain mendukung aspek teknologi, manajemen usaha, serta akuntansi keuangan.

Direktur BPU Unesa Mahendra Wardhana menambahkan, siklus pemeliharaan ayam selama sekitar 20–30 hari memberikan pengalaman belajar yang dinamis. Mahasiswa dapat mempelajari rantai produksi, pengolahan secara higienis, hingga distribusi hasil peternakan.

Baca Juga  Cedera Lutut Victoria Mboko Ancam Langkah Serena Williams di Ganda Queen’s Club

“Laboratorium terbaik adalah laboratorium hidup. Praktiknya dilakukan secara langsung melalui kondisi nyata di lapangan, sehingga mahasiswa paham proses bisnis sekaligus nilai pengabdian,” kata Mahendra.

Ke depan, Unesa merencanakan pengembangan kawasan tersebut menjadi sistem pertanian terpadu atau integrated farming system. Kawasan ini akan mengintegrasikan perikanan, unggas, peternakan kambing, serta pengolahan energi terbarukan.

Melalui konsep zero waste, limbah peternakan direncanakan diolah menjadi biogas dan pupuk organik untuk mendukung pertanian kampus. Skema tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *