Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Kendala koordinasi lintas instansi dalam penataan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Sidoarjo akhirnya berhasil dicairkan.
Pembersihan enam unit rumah dinas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan strategis Simpang Buduran tuntas dieksekusi demi membuka jalan bagi proyek vital Frontage Road (FR) Waru–Buduran.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan.
Keberadaan bangunan tersebut sebelumnya mempersempit jarak pandang pengendara di perlintasan sebidang yang kerap memicu potensi kecelakaan.
Demi keselamatan publik sekaligus menggenjot target penyelesaian proyek akhir 2026, Bupati Sidoarjo H Subandi memilih turun tangan langsung memimpin jalannya pembersihan di lapangan, Minggu (18/10/2026).
“Kami harus bergerak cepat dan tidak boleh ada kendala berlarut-larut karena proyek Frontage Road segmen Waru–Buduran ini merupakan akses vital untuk mengurai kemacetan parah di Sidoarjo,” tegas Subandi di sela-sela peninjauan.
Ia bersyukur komunikasi intensif dengan pihak perkeretaapian berbuah manis.
Pembongkaran rumah dinas di Simpang Buduran kini berjalan mulus agar seluruh ruas jalan dapat tersambung optimal bagi masyarakat sebelum pergantian tahun.
Di sisi lain, manajemen PT KAI memastikan bahwa pihaknya senantiasa mendukung penuh program penataan ruang publik daerah.
Perwakilan manajemen PT KAI, Agus Permana, menjelaskan bahwa proses negosiasi yang sempat berjalan alot semata-mata dilakukan untuk memastikan prosedur administratif penghapusan dan penataan aset tetap berada dalam koridor hukum yang sah.
“Kami dari PT KAI sangat mendukung penuh upaya Pemkab Sidoarjo dalam mengurai kemacetan melalui proyek frontage road ini. Memang sebelumnya diperlukan komunikasi yang cermat terkait prosedur aset di simpang Buduran. Namun, demi kepentingan umum dan keselamatan transportasi, kami sepakat berkolaborasi mempercepat pembongkaran ini,” ujar Agus saat mendampingi peninjauan.
Dengan tuntasnya hambatan di titik krusial Buduran tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo kini diinstruksikan untuk langsung tancap gas.
Fokus utama diarahkan pada penyelesaian pengaspalan akhir agar fungsi jalan dapat segera dirasakan oleh para pengendara sebelum tutup tahun 2026.












