EkbisJatengLifestyle

Sound The Shit Bikin Bukan Telenovela, Ubah Luka Jadi Ledakan Musik

×

Sound The Shit Bikin Bukan Telenovela, Ubah Luka Jadi Ledakan Musik

Sebarkan artikel ini
Personel band Sound The Shit.
Example 468x60

Semarang, Jatimmandiri.id – Band baru asal Semarang, Sound The Shit, kembali menunjukkan eksistensinya dalam skena musik Indonesia. Band bergenre rock alternatif ini hadir dengan karakter musik yang tegas, enerjik, dan menghentak.

Mereka merilis single kedua berjudul “Bukan Telenovela” setelah sebelumnya meluncurkan single perdana “Dasar Posesif”. Langkah ini menjadi penanda keseriusan mereka dalam menjaga produktivitas dan eksistensi di industri musik.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kali ini kami menghadirkan tema reflektif tentang kehidupan yang tidak selalu berjalan mulus. Bukan untuk menyerah, tetapi menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata gitaris Taqy Jun, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurutnya, lagu “Bukan Telenovela” mengangkat kisah perjuangan hidup yang penuh jatuh bangun, air mata, peluh, serta warna-warni perjalanan manusia.

Selain Taqy Jun pada gitar, band ini juga diperkuat Kareez sebagai vokalis sekaligus bassis, serta Pungki pada drum. Ketiganya menghadirkan energi musikal yang dinamis dalam setiap karya. Aransemen lagu dibangun dengan memadukan emosi lirik dan permainan musik yang kuat.

“Ide cerita berkembang dari dinamika perjalanan hidup yang sering kali tidak terduga. Lagu ini berusaha menggambarkan kehidupan apa adanya, bukan drama yang dibuat-buat,” ujarnya.

Melalui single kedua ini, Sound The Shit ingin memperkuat identitas musikal mereka setelah sebelumnya memperkenalkan karakter band lewat lagu “Dasar Posesif”. Pendalaman tema emosional juga disebut menjadi fokus utama dalam proses kreatif mereka.

Dalam penggarapan lagu, Sound The Shit kembali menggandeng Wikha Setyawan sebagai pencipta lagu dan penulis lirik, sementara Purwo Wijayanto bertindak sebagai eksekutif produser. Keterlibatan keduanya dinilai memberi arah produksi yang lebih matang.

Proses pengerjaan lagu berlangsung melalui diskusi intens demi menjaga karakter musikal band. Taqy menilai komunikasi antartim berjalan lancar selama produksi sehingga menghasilkan karya yang lebih solid dibandingkan rilisan sebelumnya.

Baca Juga  SULBI Semarang Kampanyekan Anti-Bullying Lewat Permainan Edukatif untuk Anak

“Kami merasa, kolaborasi ini membuat karakter Sound The Shit lebih kuat dan konsisten, begitupun dari segi lirik maupun aransemen musiknya,” kata dia.

Ia berharap single terbaru tersebut dapat diterima lebih luas oleh penikmat musik Indonesia.
“Semoga lagu ini bisa diterima dan mewakili pengalaman banyak orang dalam menghadapi perjuangan hidup. Yang lebih penting, konsistensi berkarya agar generasi muda turut memiliki andil memberi warna bagi musik Indonesia,” tegasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *