Blitar, Jatimmandiri.id – Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan.
Lewat sinergi antardaerah, Pemkab Blitar resmi menjalin kerja sama perdagangan komoditas unggulan dengan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim).
Momentum penguatan kerja sama tersebut digelar bertepatan dengan agenda Milad ke-1 dan Pengukuhan Pengurus Persaudaraan Paguyuban Blitar Kalimantan Timur (PPBK) Masa Bakti 2026–2031.
Bupati Blitar Rijanto menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat di berbagai wilayah.
“Jangan hanya berhenti tanda tangan saja, tapi setelah itu ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” tegas Rijanto, Rabu (7/10/2026).
Rijanto memaparkan, Kabupaten Blitar memiliki potensi besar sebagai sentra peternakan nasional dengan produksi telur ayam mencapai 700 ton per hari.
Potensi melimpah ini dinilai sangat prospektif untuk memasok kebutuhan pangan di berbagai kawasan Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, hingga Penajam Paser Utara (PPU).
Ia berharap kesepakatan yang telah diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ini segera dieksekusi dalam bentuk kerja sama operasional antara pemerintah dan pelaku usaha secara teknis.
Sinyal positif pun disambut hangat oleh pihak pemerintah daerah di Kalimantan Timur.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengakui bahwa wilayahnya masih membutuhkan pasokan komoditas pangan dari luar daerah, khususnya cabai dan bawang merah.
“Mudah-mudahan nantinya dengan kerja sama ini, masing-masing dinas nantinya akan berkoordinasi untuk kita memenuhi, sehingga kita mampu untuk menekan inflasi dan mampu untuk terus memberikan kebutuhan pangan kita kepada masyarakat,” ujarnya.












