Jateng

Perayaan Waisak Nasional Indonesia 2026, Berikut Rangkaian Pengambilan Api Abadi Mrapen

×

Perayaan Waisak Nasional Indonesia 2026, Berikut Rangkaian Pengambilan Api Abadi Mrapen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Grobogan, Jatimandiri.id – Rangkaian kegiatan pengambilan Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan menjadi bagian penting dalam Perayaan Waisak Nasional Indonesia 2570 B.E/2026.

Tradisi sakral ini akan dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026. Momen tersebut menjadi simbol penerangan, kedamaian, serta semangat spiritual umat Buddha menjelang puncak perayaan Waisak Nasional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kegiatan diawali dengan prosesi pengambilan Api Dharma Waisak di Situs Api Abadi Mrapen mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB.

Di lokasi tersebut akan dilaksanakan pengambilan Api Dharma Waisak dari Mrapen yang menjadi simbol penerangan, kebijaksanaan, dan semangat spiritual dalam ajaran Buddha.

Selanjutnya, pada pukul 15.30 hingga 19.00 WIB, kegiatan dipusatkan di Candi Mendut.

Para sangha, rohaniawan, serta perwakilan majelis agama Buddha Walubi dan LKBI akan mengikuti ritual pensakralan Api Dharma Waisak.

Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pradaksina atau ritual mengelilingi Candi Mendut sebagai bentuk penghormatan dan meditasi spiritual.

Di kawasan Taman Aksobhya Candi Borobudur, kegiatan lain juga digelar mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Acara berupa Krodikali Feasts Offering atau persembahan suci dan makan bersama dalam tradisi Buddha Tantrayana ini menjadi salah satu bagian penting dalam mempererat kebersamaan umat.

Sementara itu, prosesi budaya dan spiritual juga akan berlangsung di Candi Pawon dan Sungai Progo mulai pukul 16.30 hingga 20.30 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, umat Buddha akan melaksanakan Prosesi Larung Pelita Purnama Siddhi yang sarat makna harapan, kedamaian, dan penerangan batin.

Tidak hanya itu, rangkaian Waisak Nasional juga menghadirkan kegiatan doa bersama di Graha Palpung Padmasambhava mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Acara ini berupa Chenrezig Mantra dan Monlam Puja yang diikuti umat Buddha sebagai bentuk doa untuk keselamatan dan kedamaian dunia.

Baca Juga  Pria Klaten Nekat Gowes ke Mekkah Demi Wujudkan Impian Umrah

Api yang tidak pernah padam tersebut memiliki makna mendalam sebagai lambang cahaya kebijaksanaan dan pencerahan dalam ajaran Buddha.

Prosesi berlangsung khidmat dengan melibatkan para bhikkhu, rohaniawan, panitia Waisak, serta umat Buddha dari berbagai daerah.

Setelah prosesi pengambilan selesai, Api Dharma Waisak selanjutnya dibawa menuju Candi Mendut untuk mengikuti ritual pensakralan oleh para Sangha dan majelis agama Buddha.

Tradisi ini menjadi salah satu rangkaian utama dalam perayaan Waisak Nasional yang setiap tahunnya dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Selain memiliki nilai religius, pengambilan Api Abadi Mrapen juga menjadi daya tarik budaya dan spiritual yang memperkuat identitas Grobogan sebagai salah satu daerah penting dalam rangkaian peringatan Waisak Nasional di Indonesia.

Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat turut mendukung kelancaran kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *